Jasa Marga Terbitkan Dinfra Rp 1 Triliun

Himpun pendanaan di pasar modal guna mendanai pengambangan bisnis jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) akan menerbitkan Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA) senilai Rp1 triliun. Proses ini ditargetkan selesai pada akhir Maret 2019.

Corporate Secretary Jasa Marga, M. Agus Setiawan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyampaikan, perseroan telah melakukan sosialisasi Kontrak Investasi Kolektif (KIK) DINFRA dengan investor potensial. Rencana total penerbitan sampai dengan Rp 1 triliun.”Proses ini ditargetkan selesai pada akhir Maret 2019,”ujarnya.

Agus menjelaskan, dalam rangka masifnya pembangunan jalan tol oleh JSMR, perseroan terus melakukan kajian dan penerbitan produk alternatif pendanaan. Skema pendanaan itu antara lain oblogasi konvensional, sukuk, komodo bond, sekuritisasi, Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT), dan DINFRA.Dimana penerbitan produk tentunya disesuaikan dengan kebutuhan perseroan.

Memenuhi kebutuhan pengembangan jalan tol, Jasa Marga cukup agresif mencari pendanaan selain pinjaman perbankan. Sebelumnya pada 2017, perusahaan berhasil meraih dana Rp4 triliun dari komodo bond di London Stock Exchange (LSE). Surat utang itu merupakan obligasi global dengan denominasi rupiah. Selain itu, JSMR juga telah meluncurkan produk Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) Mandiri Pendapatan Tol Jagorawi pada 2017 senilai Rp1,858 triliun.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen pernah bilang, produk Dana Investasi Infrastruktur Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (Dinfra) diharapkan dapat lebih mendorong pembangunan proyek infrastruktur di dalam negeri.

Produk Dinfra sendiri hadir untuk melengkapi instrumen yang sudah ada diantaranya KIK EBA, Dana Investasi Real Estate (DIRE) dan RDPT. Disampaikannya, produk Dinfra itu telah diatur dalam Peraturan OJK (POJK) nomor 52/POJK.04/ 2017. Aturan ini diterbitkan untuk mendukung pembiayaan infrastruktur nasional.

BERITA TERKAIT

WIKA Bukukan Laba Bersih Rp 2,07 Triliun

NERACA Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sepanjang tahun 2018 mencetak laba bersih sebesar Rp2,07 triliun, tumbuh signifikan…

KPK Usulkan Rp20 Triliun untuk Pembiayaan Parpol

KPK Usulkan Rp20 Triliun untuk Pembiayaan Parpol NERACA Jakarta - KPK mengusulkan Rp20 triliun dari APBN digunakan untuk membiayai kegiatan…

Bukukan Penjualan Rp 106,74 Triliun - Porelahan Margin HM Sampoerna Makin Tebal

NERACA Jakarta – Di tahun 2018, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mencatatkan penjualan bersih Rp106,74 triliun atau naik 7,72% pada…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Targetkan 7000 Investor Baru di Solo

NERACA Solo - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Surakarta, Jawa Tengah menargetkan sebanyak 7.000 investor baru hingga akhir 2019 baik…

Sepekan, Kapitalisasi Bursa Tumbuh 0,99%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesis (BEI) mencatatkan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ketiga di bulan Maret…

Sepekan, Kapitalisasi Bursa Tumbuh 0,99%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesis (BEI) mencatatkan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ketiga di bulan Maret…