Awal Pekan, Indeks BEI Masuki Tren Menguat

Neraca

Jakarta – Perdagangan saham bursa efek Indonesia (BEI), Jum’at akhir pekan kemari ditutup terkoreksi 11,443 poin (0,29%) ke level 4.028,537. Sementara Indeks LQ 45 melemah 3,240 poin (0,47%) ke level 694,738. Aksi ambil untung terhadap saham-saham unggulan dan berlapis dua memicu perdagangan akhir pekan kemarin terkoreksi.

Kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, pelemahan indeks BEI pada perdagangan akhir pekan kemarin dipicu berlanjutnya aksi ambil untung oleh investor,”Pelemahan indeks sangat kuat dipengaruhi aksi ambil untung,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurut Purwoko, rencana Bank Indonesia (BI) memberlakukan peraturan penyaluran kredit rumah, motor, dan mobil menjadi sentimen negatif di pasar. Pasalnya, BI akan mewajibkan bank menaikkan batas uang muka untuk kredit tersebut.

Selain itu, lanjut dia, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) juga dikhawatirkan akan mengikuti jejak BI, terhadap perusahaan multifinance. Oleh karena itu, dirinya memperkirakan perdagangan saham Senin awal pekan akan bergerak "mixed" dengan kecenderungan menguat terbatas. "Kami juga masih melihat peluang trading pada saham lapis dua dan tiga," ujarnya.

Lima sektor melemah, lima sektor lain menguat. Sektor yang melemah koreksinya lebih tinggi daripada yang menguat. Sehingga IHSG jatuh ke zona merah di penutupan perdagangan. Berikutnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) Senin awal pekan diproyeksikan akan balik arah dengan tren penguatan indeks yang akan bergerak di level 4.028-4.035.

Pada perdagangan akhir pekan kemarin, transaksi di lantai bursa melonjak karena adanya crossing saham KKGI senilai Rp 584 miliar yang dilakukan oleh broker Macquarie Capital (RX) di pasar negosiasi. Sementara perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 119.771 kali pada volume 7.352 juta lot saham senilai Rp 4,897 triliun. Sebanyak 93 saham naik, sisanya 138 saham turun, dan 113 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Unilever (UNVR) naik Rp 500 ke Rp 19.650, Multi Prima (LPIN) naik Rp 475 ke Rp 3.100, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 400 ke Rp 41.950, dan Mayora (MYOR) naik Rp 400 ke Rp 16.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 2.050 ke Rp 71.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.100 ke Rp 54.500, Indocement (INTP) turun Rp 1.050 ke Rp 17.300, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 850 ke Rp 21.350.

Pada perdagangan sesi I, indeks turun tipis 1,867 poin (0,05%) ke level 4.038,113. Sementara Indeks LQ 45 menipis 1,448 poin (0,21%) ke level 696,539. Saham-saham berbasis aneka industri yang kebanyakan saham lapis dua terkena koreksi cukup dalam, indeksnya pun memimpin pelemahan bursa dengan terpangkas hampir dua persen.

Untungnya, aksi beli di saham-saham infrastruktur membuat indeksnya menguat signifikan. Namun tetap saja IHSG belum berhasil kembali ke teritori positif. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 57.901 kali pada volume 3,812 juta lot saham senilai Rp 2,224 triliun. Sebanyak 98 saham naik, sisanya 116 saham turun, dan 96 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 650 ke Rp 53.500, Mayora (MYOR) naik Rp 400 ke Rp 16.400, Renuka (SQMI) naik Rp 310 ke Rp 1.570, dan Century Textille (CNTX) naik Rp 250 ke Rp 8.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.000 ke Rp 72.050, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 900 ke Rp 54.700, Resources Alam (KKGI) turun Rp 800 ke Rp 7.400, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 550 ke Rp 29.150.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 13,64 poin atau 0,34% ke posisi 4.053,62. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,47 poin atau 0,34% ke posisi 701,45 poin. Analis Sinarmas Sekuritas, Jeff Tan mengatakan, pengumuman data ekonomi AS terutama data klaim pengangguran dan data manufaktur AS masih menjadi sentimen positif pergerakan indeks BEI.

Tak ayal, dirinya melihat indeks Jum’at secara teknikal indeks BEI bergerak "mixed" dengan kisaran 4.010-4.060 poin. "Pergerakkan indeks yang `mixed` seiring dengan bursa regional yang berfluktuasi," kata dia.

Sedangkan analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono menambahkan, setelah mengalami tekanan jual pada perdagangan kemarin, indeks diperkirakan Jum’at dibuka menguat, "Kami tetap optimis indeks BEI masih berada dalam tren `bullish` didorong oleh terus masuknya aliran dana asing," katanya.

Dia memproyeksikan, IHSG akan bergerak "mixed" dengan kecenderungan menguat pada kisaran "support-resistance" di 4.015-4.065 poin. Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 1,51 poin (0,01%) ke level 21.352,02, indeks Nikkei-225 turun 6,96 poin (0,07%) ke posisi 10.116,32 dan Straits Times melemah 1,63 poin (0,05%) ke level 3.024,55. (bani)

Related posts