Laba Bank Terus Meroket Capai Rp 9,05 Triliun - Tempo Sebulan

NERACA

Jakarta—Perbankan nasional diperkirakan meraup keuntungan bersih Rp 9,05 triliun sepanjang Januari 2012. Bahkan perolehan keuntungan itu naik sekitar 60% disbanding perolehan laba pada periode yang sama di 2011 sebesar Rp 5,658 triliun.

Berdasarkan data statistik perbankan Bank Indonesia menyebutkan, naiknya keuntungan perbankan ini ditopang oleh kenaikan pendapatan operasional selama Januari 2012 yang mencapai Rp 42,172 triliun, naik dari periode yang sama tahun lalu Rp 32,288 triliun. Pendapatan non operasional perbankan pada selama Januari 2012 juga naik tinggi menjadi Rp 22,217 triliun, dari periode tahun lalu Rp 21,632 triliun.

Sepanjang periode tersebut, beban operasional perbankan naik menjadi Rp 54,277 triliun di Januari 2012, dari beban operasional bank di 2011 yang sebesar Rp 37,948 triliun.Jumlah kredit yang dikucurkan perbankan Indonesia di Januari 2012 juga melonjak mencapai Rp 2.160,215 triliun. Kredit ini naik dibandingkan periode yang sama di 2011 yang nilainya Rp 1.746,005 triliun.

Jumlah kredit ini didominasi oleh kredit rupiah senilai Rp 1.801,165 triliun, kemudian kredit valas Rp 359,05 triliun. Total aset perbankan di Indonesia di Januari 2012 mencapai Rp 3.598,715 triliun, naik dari posisi yang sama di 2011 yang sebesar Rp 2.990,729 triliun.

Berdasarkan catatan, mayoritas bank BUMN dari laporan kinerja keuangan perseroan selama tahun 2011 memperoleh laba yang baik. Bahkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menempati posisi puncak sebagai peraih laba bersih terbesar dibandingkan tiga bank pelat merah lainnya. Seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor perbankan ini juga mencetak kinerja memuaskan dengan rata-rata perolahan laba yang tumbuh di atas 5%.Bank BRI mencetak laba bersih 2011 sebesar Rp15,08 triliun. Laba setelah taksiran pajak ini naik 31,47% disbanding periode 2010 yang mencapai Rp11,47 triliun.

Sementara posisi kedua adalah, gabungan bank-bank milik pemerintah, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang mencetak laba bersih Rp12,2 triliun. Laba itu naik 32,8 persen dibandingkan 2010 sebesar Rp12,2 triliun. Sedangkan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Tabungan Negara (BBTN) masing-masing meraup laba Sebesar Rp5,81 triliun dan Rp1,5 triliun. Kendati masih berupa laba sebelum pajak, BTN untuk pertama kalinya bisa menembus laba di level triliunan rupiah.

Melihat perolehan laba perbankan BUMN yang mengalami kenaikan cukup tajam, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah mengapresiasi kinerja tersebut. "Kendati demikian, perbankan ini harus tetap meningkatkan efisiensi, jangan terlalu terlena dengan pencapaian laba yang tinggi," kata Halim di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin 12 Maret 2012.

Halim menjelaskan, kedepan perbankan tetap diminta menurunkan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) perusahaan. Hal ini pula yang akan menjadi fokus bank sentral di tanah air itu "Penurunan BOPO di perbankan dan efisiensi perbankan tetap akan menjadi fokus kami ke depan," lanjutnya. **

Related posts