Jakarta Punya Potensi Besar Kembangkan Pariwisata Halal

Provinsi DKI Jakarta dinilai memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan pariwisata halal di Indonesia. Pasalnya, dari segi infrastruktur, aksesibilitas, dan amenitas, DKI Jakarta sudah sangat mendukung. "Jakarta sudah punya semuanya baik dari segi infrastruktur, aksesibilitas, maupun amenitas," kata Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Regional II Kemenpar Reza Pahlevi dikutip dari Industry.co.id di Jakarta (11/3).

Namun, Reza menilai masih ada tantangan yang cukup berat bagi pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk mengembangkan pariwisata halal salah satunya yaitu terkait pemahaman pariwisata halal itu sendiri. "Masih banyak yang menilah wisata halal itu ya wisata syariah. Ini yang terus kami sosialisasikan agar pemahaman pariwisata halal dapat dipahami oleh para pelaku usaha pariwisata di DKI Jakarta," terang Reza.

Ditambahkan Reza, pihaknya terus menjalin kerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk mempersiapkan fasilitas halal di DKI Jakarta salah satunya di Kota Tua. "Kami sedang persiapkan semua fasilitasnya, sehingga wisatawan mancanegara dari Malaysia, Timur Tengah dan lainnya dapat membelanjakan uangnya di Kota Tua," imbuh Reza.

Kepala Bidang Informasi dan Pengembangan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Alberto Ali mengungkapkan, Jakarta memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan pariwisata halal. "Dari segi infrastruktur kami sudah siap dan sudah memenuhi syarat untuk pengembangan pariwisata halal," kata Alberto.

Ditambahkan Alberto, pihaknya tengah menyiapkan stimulus bagi para pelaku usaha pariwisata di DKI Jakarta yang ikit serta dalam mengembangkan pariwisata halal. "Mereka (pelaku usaha pariwisata) nantinya akan mendapat insentif salah satunya berupa pengurangan pajak daerah," terangnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan Indonesia menjadi peringkat pertama destinasi wisata halal terbaik dunia pada tahun 2019. "Tahun kemarin kita (Indonesia) ada diurutan kedua dibawah Malaysia, tahun ini targetnya menjadi nomor satu versi Global Muslim Travel Index (GMTI)," kata Menpar.

Menpar Arief juga menargetkan kunjungan wisatawan halal tourism dunia ke Indonesia pada tahun ini sebanyak 5 juta atau tumbuh 42% dari tahun lalu sebanyak 3,5 juta. "Target 5 juta wisman halal tourism atau mencapai 25% dari target kunjungan 20 juta wisman pada tahun ini," ujarnya

Untuk menjadi destinasi wisata halal terbaik dunia, Kemenpar bersama stakeholder pariwisata dan Mastercard Crescent Rating Global Muslim Travel Index telah mempersiapkan 10 destinasi pariwisata halal unggulan. Adapun 10 destinasi wisata halal unggulan tersebut adalah Aceh, Riau dan Kepulauan Riau, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, JawaTimur (Malang Raya), Lombok, dan Sulawesi Selatan (Makassar dan sekitarnya).

GMTI memproyeksikan jumlah wisatawan muslim dunia pada 2020 mencapai 158 juta dengan total pembelanjaan sebesar USD220 miliar atau setara Rp3.080 triliun dengan pertumbuhan 6% per tahun. Pertumbuhan tersebut diharapkan terus meningkat menjadi USD300 miliar atau setara Rp4.200 triliun pada 2026.

BERITA TERKAIT

Menghalau Langit Kelabu Jakarta

Oleh: Ahmad Safrudin, Direktur Komite Penghapusan Bensin Bertimbel  Pencemaran udara telah menjadi bahaya laten karena tidak pernah surut setidaknya hampir…

Presiden Berwenang untuk Tidak Sahkan RUU Pertanahan - Guru Besar Hukum Unpad, Prof Ida Nurlinda

Presiden Berwenang untuk Tidak Sahkan RUU Pertanahan Guru Besar Hukum Unpad, Prof Ida Nurlinda NERACA Jakarta - Guru besar Hukum…

Niaga Internasional - Perlu Siapkan Strategi Besar untuk Antisipasi Perang Dagang

NERACA Jakarta – Pemerintah dinilai perlu untuk benar-benar menyiapkan strategi besar dalam mengantisipasi dampak perang dagang antara dua raksasa global,…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Siap-siap Napak Tilas Gunung Krakatau Bulan Ini

Setelah sukses pada penyelenggaraan tahun lalu, Provinsi Lampung kembali akan menggelar acara tahunan Lampung Krakatau Festival 2019 di Kota Bandar…

Lampion Terakhir di Dieng

Ajang tahunan Dieng Culture Festival (DCF) telah memasuki tahun kesepuluh. Sejak pertama kali digulirkan 10 tahun yang lalu, ajang ini…

Pilihan Wisata di Lampung selain Krakatau

Dari Jakarta, Lampung bisa ditempuh dengan penerbangan selama 45 menit atau perjalanan darat selama sekitar delapan jam sudah termasuk dengan…