Menyusuri Alam Tambrauw Papua Barat

Sebagai sebuah provinsi Papua Barat terbilang muda, namun bentang dan guratan alam di sini sudah sama tuanya dengan daerah-daerah eksotis lain di Indonesia. Hal ini bisa dilihat di salah satu kawasan Papua Barat, tepatnya di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.

Ada tiga objek wisata unggulan di tempat ini yakni Air Terjun Anenderat, Air Panas War Aremi, dan Bukit Sontiri. Ketiganya terletak di distrik berbeda. Air Terjun Anenderat terletak di Distrik Miyah, sedangkan Air Panas War Aremi dan Bukit Sontiri terletak di Distrik Kebar.

Dikutip CNNIndonesia.com, untuk mencapai lokasi Bukit Sontiri dan Air Panas War Aremi, diperlukan perjalanan kurang dari 30 menit dari Mess Kebar, tempat penginapan milik Pemda setempat. Sedangkan untuk menuju ke Distrik Kebar, wisatawan harus menempuh 4-5 jam perjalanan dari Sorong. Waktu terbaik mengunjungi Bukit Sontiri adalah pagi hari. Di sinilah pengunjung bisa merasakan keindahan alam ciptaan Tuhan yang begitu indah.

Hamparan rumputnya yang hijau selalu dihiasi jaring laba-laba setiap paginya, sehingga ada kelir putih nan cantik di atasnya. Setelah itu, pemandangan pagi pun terlihat dari teriknya matahari yang perlahan muncul dari balik bukit.

Tepat berhadapan dengan Bukit Sontiri, terdapat Pegunungan Tamrau yang merupakan landmark Tambrauw. Barisan bukit berhektar-hektar tersebut membentang bagai permadani hijau, belum lagi kilau cahaya yang menyerupai emas, seakan menambah keindahan bukit.

Istimewanya, Bukit Sontiri cantik pada saat waktu emas atau "golden time", yakni pagi dan sore hari. Pada saat mentari hendak tenggelam itu, Bukit Sontiri banyak dikunjungi warga sekitar untuk menghabiskan waktu menunggu matahari tenggelam.

Perjalanan selanjutnya adalah mencari oasis alam berupa Air Panas War Aremi. Namanya memang masih terdengar asing di telinga. Meski demikian, lokasi ini tetap menantang untuk dijelajahi. Sama seperti lokasi lain, perjalanan ke lokasi air panas tersebut tidaklah mudah.

Air Panas War Aremi adalah sebuah kolam yang ditopang oleh batu alami yang tampak seperti sungai biasa. Dari dekat, bisa dilihat embun yang dihasilkan dari air hangatnya. Kolam alami tersebut tidak terlalu dalam, hanya sebatas lutut orang dewasa. Wisatawan bisa menikmati air panas dengan merendam sebagian atau seluruh tubuhnya di sana.

Di bagian tengah kolam, terdapat beberapa kumpulan batu yag memunculkan buih-buih di tengahnya, dugaan warga sekitar, buih inilah yang menjadi pusat air panas. Energi panas yang dihasilkan ini bersumber dari geotermal di sekitarnya.

Semua warga di sana yakin kolam air panas ini adalah berkat. Sebab, kolam berada jauh dari lokasi keramaian dan bisa berfungsi sebagai lokasi pelepas penat. Dari sana, ketenangan pun tercipta dengan sempurna, bisa dinikmati bersama suara hembusan angin yang sejuk.

Untuk dapat mencapai Bukit Sontiri dan Air Panas War Aremi, wisatawan perlu melewati jalanan berbatu dengan kelokan tajam yang tidak mudah ditempuh. Diperlukan keahlian dan kelihaian dalam mengemudikan kendaraan "double cabin" di sana.

Jarak tempuh dari Manokwari ke Distrik Kebar yakni sekitar 5 jam sedangkan jaraknya dengan Distrik Sausapor sekitar 4 jam. Setelah puas 'memuja' kemolekan Distrik Miyah, perjalanan dilanjutkan menuju Distrik Kebar untuk melihat Air Terjun Anenderat. Butuh waktu sekitar satu jam perjalanan.

Untuk menuju air terjun setinggi 200 meter ini, penunjung harus menyusuri jalan bebatuan serta menyeberangi sungai berarus deras.

Destinasi wisata di Indonesia memang jadi primadona para wisatawan. Bukan hanya favorit bagi wisawatan domestik, keindahan alam Indonesia juga menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Destinasi wisata di Indonesia yang menyita perhatian adalah wilayah Timur Indonesia, seperti Papua. Sudah bukan rahasia umum keindahan alam dan warisan budaya di Papua masih sangat kental. Beberapa daerah di sana pun banyak yang belum terjamah meskipun salah satu spot snorkling terbaik di dunia ada di Papua yaitu Raja Ampat.

Selain pantai, ada destinasi menarik lainnya yang bisa dikunjungi yaitu melihat burung Cendrawasih di titik pengamatan Hutan Vicirie, Distrik Miyah, dan Hutan Nunggou di Distrik Sausapor.

Mengamati burung cenderawasih di bumi asalnya merupakan sebuah pengalaman berharga. Untuk memasuki area pengamatan burung cenderawasih, wisatawan harus menyusuri jalan hutan selama kurang lebih 40 menit, setelah itu dilanjutkan dengan berjalan kaki memasuki Hutan Nonggou di Distrik Sausapor.

Harga tiketnya yakni Rp 150.000 perorang, sementara harga jasa tur lokal Rp 150.000 untuk 4 orang. Seorang warga lokal menunjukan sebuah jalan di mulut hutan sebagai petapakan menuju lokasi persembunyian untuk melihat cendrawasih.

Jalan tersebut merupakan jalan yang dibuat warga lokal dengan menyusun dahan dan akar di tanah sehingga membentuk jalan berundak. Panjang jalan yang ditempuh sekitar 300 meter dengan keadaan jalan menanjak yang cukup curam, mencapai 45 derajat.

Berbeda, jika wisatawan berkunjung ke Hutan Vicirie di Miyah, lokasi persembunyian untuk melihat cenderawasih ditempuh dengan waktu yang lebih singkat. Jarak tempuh dari tempat parkir mobil ke lokasi persembunyian hanya 100 meter dengan jalan yang cenderung landai. Untuk harga tiket, sama dengan harga tiket di Distrik Sausapor.

Lokasi persembunyian bagi yang ingin mengamati burung dibuat berupa pohon kering dan hijau yang disusun rapi menyerupai pohon liar. Di sela-sela daun hijau itulah yang menjadi tempat pengamatan burung. Baik di Miyah maupun Sausapor, ada aturan tidak tertulis bagi wisatawan yang mau melihat langsung keindahan burung cenderawasih. Sebaiknya wisatawan datang pada waktu pagi buta, pada saat itu kemungkinan untuk melihat burung lebih banyak.

BERITA TERKAIT

Kasus 81 Kontainer Kayu Ilegal Asal Papua Segera Disidangkan

Kasus 81 Kontainer Kayu Ilegal Asal Papua Segera Disidangkan NERACA Jakarta - Kejaksaan Agung menyatakan dua berkas perkara 81 kontainer…

Miris, Empat Bulan BPSK Jawa Barat Belum Terima Honor

Miris, Empat Bulan BPSK Jawa Barat Belum Terima Honor NERACA Sukabumi – Miris, selama empat bulan terakhir ini, anggota Badan…

KPK Ajak Papua Barat Cegah Korupsi

KPK Ajak Papua Barat Cegah Korupsi NERACA Manokwari - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak Gubernur Papua Barat, bupati/wali kota, seluruh…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Indonesia Peringkat Atas Wisata Halal Terpopuler Dunia

Indonesia akhirnya berhasil menduduki peringkat teratas sebagai destinasi wisata halal populer di dunia tahun ini. Hal itu tercantum dalam studi…

Karang di Kepulauan Togean Mulai 'Mekar'

Sebagai sebuah kawasan Taman Nasional berbentuk kepulauan, Togean lekat dengan pesona pesisir dan alam bawah lautnya. Untuk menjaga kelestarian alamnya,…

Curug Ngebul Jadi Primadona Baru di Cianjur

Objek wisata alam di Indonesia seakan tidak ada habisnya 'ditemukan', entah itu dari kawasan pesisir atau pegunungan.Salah satu objek wisata…