Laju IHSG Belum Beranjak dari Zona Merah - Minim Sentimen Positif

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (12/3), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 12,66 poin atau 0,20% ke level 6.353,77. Tujuh sektor menyeret IHSG ke zona merah, Sektor industri dasar mencatat penurunan 1,13%, terbesar dari seluruh indeks sektoral. Sektor perdagangan turun 0,86%. Sektor keuangan tergerus 0,40% dan sektor perkebunan turun 0,28%.

Total volume transaksi bursa mencapai 12,92 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 7,23 triliun. Sebanyak 255 saham turun harga. Kenaikan harga tampak pada 151 saham. Sebanyak 130 saham flat. Investor asing mencatat net sell Rp 674,09 miliar di seluruh pasar. Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 216 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 168,7 miliar, dan PT Siantar Top Tbk (STTP) Rp 161,3 miliar.

Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 31 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 26,3 miliar, dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) Rp 23,7 miliar. Tercatat saham-saham yang masuk top losers LQ45 adalah, PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) -7,07%, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) -6,19% dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) -3,82%.

Kemudian saham-saham LQ45 yang masuk top gainers LQ45 adalah PT XL Axiata Tbk (EXCL) 4,60%, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) 2,93% dan PT Elnusa Tbk (ELSA) 2,19%. Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 29,45 poin atau 0,46% ke posisi 6.395,88. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 7,14 poin atau 0,72% menjadi 1.002,56.

Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah mengatakan, di tengah sentimen eksternal yang terbilang kurang menguntungkan bagi pasar, namun saham Amerika Serikat berhasil ditutup menguat pada Senin (11/3) lalu.”Faktor pasar Amerika Serikat yang positif ini diperkirakan dapat membuka peluang bagi IHSG untuk bergerak ke teritorial positif pada hari ini," ujar Alfiansyah.

Sebelumnya Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed) Jerome Powell mengatakan tidak akan terburu-buru dalam mengubah kebijakan suku bunga acuan dan akan mengambil kebijakan suku bunga dengan pendekatan dan alasan terukur, karena ekonomi AS saat ini sedang dalam kondisi yang bagus.

Powell mengatakan tidak akan pernah mendengarkan serangan politik yang diberikan oleh Presiden Donald Trump dalam mengambil kebijakan yang berkaitan dengan suku bunga acuan. Powell menyatakan kebijakan yang diambil bank sentral murni dilakukan karena pertimbangan manfaat. Perubahan kebijakan suku bunga acuan akan diambil kalau bank sentral berkeyakinan bahwa kebijakan tersebut nantinya benar dan bermanfaat untuk masyarakat AS.

Sementara itu, bursa regional Asia antara lain Indeks Nikkei dibuka menguat 367,29 poin (1,74%) ke 21.492,38, Indeks Hang Seng menguat 305,17 poin (1,07%) ke 28.808,47 dan Straits Times menguat 27,95 poin (0,88%) ke posisi 3.219,37.

BERITA TERKAIT

Lukai Kepercayaan Masyarakat - APRDI Dukung Tindakan Tegas OJK "Sentil" MI Nakal

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar yang menimpa manajer investasi Narada Aset Manajemen menjadi pil pahit bagi industri pasar modal.…

Waskita Beton Catatkan Kontrak Baru Rp 4,3 Triliun

NERACA Jakarta – Di penghujung akhir tahun 2019 ini, pencapaian kontrak baru PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) terus tumbuh.…

Marak Perusahaan Delisting - Investor Diminta Berhati-hati Berinvestasi

NERACA Jakarta – Maraknya beberapa perusahaan yang didelisting dari pasar modal menjadi cambukan para investor untuk lebih berhati-hati dalam berinvestasi.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

ORORI Distribusi Eksklusif WARIS Sampoerna

ORORI Group, pelopor penjualan perhiasan daring di Indonesia mengumumkan kemitraan eksklusif dengan PT Sampoerna Gold Indonesia (PT SGI) untuk memasarkan…

Aksi Korporasi Indosat Ooredoo - Pemegang Saham Setujui Penjualan Menara

NERACA Jakarta –Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) menyetujui rencana transaksi penjualan 3.100…

Realisasi Kontrak Adhi Karya Baru Capai 28%

NERACA Jakarta – Pencapaian kinerja PT Adhi Karya Tbk (ADHI) di penghujung tahun masih jauh dari target, tengok saja realisasi…