Saham Onix Capital Dalam Pengawasan BEI

Mengalami kenaikan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Onix Capital Tbk (OCAP) masuk dalam pegawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). ‘Sehubungan dengan terjadinya unusual market activity atas saham OCAP tersebut, perlu kami sampaikan bahwa BEI sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham OCAP" kata PH Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Martin Satria Bako dan PH Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI, Zakky Ghufron dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Oleh karena itu, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa dan mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya. BEI juga meminta investor untuk mengkaji kembali rencana aksi korporasi emiten bila belum mendapat persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Tercatat harga saham OCAP melonjak tinggi dan ditutup naik 24,86% ke level harga Rp 1.105 pada perdagangan Senin (11/3) awal pekan kemarin. Fenomena tersebut berlanjut pada sesi perdagangan pertama Selasa (12/3), yang mana saham ditutup menguat 24,89% ke harga Rp 1.380. Bahkan, selama periode Januari 2019 hingga kemarin, saham OCAP sudah melonjak 403,65% dan selama 30 hari terakhir naik 1.603%. Padahal, sejak pertengahan Februari 2019 saham OCAP masih terjebak di harga Rp 54 per saham.

Onix Capital merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa seperti jasa konsultasi bidang bisnis, manajemen dan administrasi. Emiten tersebut, mulai melantai di BEI pada 10 November 2003 dengan harga IPO Rp 200 per saham, di mana saham mayoritas dimiliki UOB Kay Hian (Hong Kong) sebanyak 45%, sedangkan saham yang dimiliki publik memiliki porsi hanya 12%.

BERITA TERKAIT

Surya Fajar Capital Serap Dana IPO 67,33%

NERACA Jakarta - PT Surya Fajar Capital Tbk (SFAN) telah menyerap dana hasil initial public offering senilai Rp26,9 miliar atau…

Usaha Kecil - Keterlibatan Sektor UKM dalam Rantai Nilai Global Masih Rendah

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menyatakan bahwa keterlibatan sektor usaha kecil menengah (UKM)…

Penjelasan Belum Memuaskan - BEI Pastikan Suspensi KIJA Masih Berlanjut

NERACA Jakarta – Meskipun PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) sudah memberikan penjelasan terkait potensi gagal bayar atau default atas…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Acting in Concert Pemicu Jababeka Default

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) berpotensi mengalami gagal bayar notes senilai US$ 300 juta karena terjadinya perubahan pengendali sebagaimana…

Gandeng Perusahan Taiwan - Kalbe Farma Bidik Cuan di Bisnis Kecantikan

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan, inovasi dan pengembangan bisnis menjadi strategi yang dilakukan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Menggandeng…

Volume Penjualan Semen SMCB Turun 3,30%

NERACA Jakarta – Melorotnya penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di semester pertama tahun ini, juga dirasakan oleh anak…