Wahana Interfood Patok IPO Rp 198 Persaham

NERACA

Jakarta - PT Wahana Interfood Nusantara Tbk resmi menetapkan harga penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham di level Rp 198 per saham. Adapun jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 168 juta saham. Informasi tersebut disampaikan perseroan seperti dikutip dalam lama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Jakarta, kemarin.

Masa penawaran umum berlangsung pada 11 sampai 13 Maret 2019 dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 Maret 2019. Berperan sebagai penjamin pelaksana efek atau underwriter adalah PT UOB Kay Hian Sekuritas. Selain itu, perusahaan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak 56 juta saran seri I sebanyak 16,47% dari total jumlah saham ditempatkan pada saat pernyataan pendaftaran. Harga pelaksanaan waran sebesar Rp 400 per saham.

Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru. Setiap pemegang tiga saham baru berhak memperoleh satu waran seri I. Perusahaan produsen cokelat ini mengungkapkan, dana yang diperoleh dari IPO setelah dikurangi biaya emisi, sekitar 23,03% digunakan untuk belanja modal berupa tanah seluas 6.280 meter persegi yang berlokasi di Jalan Raya Parakan Muncang-Tanjungsari, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Lebih lanjut, sekitar 15,81% digunakan untuk pembayaran uang muka kepada kontraktor untuk membangun pabrik seluas 2.291,60 meter persegi di Jalan Raya Parakan Muncang-Tanjungsari, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pembangunan pabrik direncanakan mulai Juni 2019.Sedangkan, 61,16% sisanya akan digunakan sebagai pembayaran uang muka pembelian mesin baru untuk produksi. Total nilai pembelian mesin baru sebesar Rp18,56 miliar.

Direktur Utama Wahana Interfood Nusantara, Reinald Siswanto mengatakan, nantinya dengan beroperasinya mesin baru tersebut, perseroan akan memiliki kapasitas produksi cokelat dari 6000 ton saat ini menjadi 10.600 ton. Kemudian seiring dengan peningkatan kapasitas produksi, maka pendapatan di tahun 2021 ditargetkan tumbuh 60% menjadi Rp 249 miliar. “Bila di tahun 2018 pendapatan sebesar Rp 152 miliar, maka di tahun 2021 diharapkan tumbuh 60%,”ujarnya.

Pencapaian penjualan pada 2018 sebesar Rp152 miliar, naik 9,43% dari penjualan pada 2017 sebesar Rp138,9 miliar. Sekitar 1% atau Rp1,52 miliar berasal dari penjualan ekspor.Perseroan menyakini dengan peningkatan kapasitas produksi tersebut bisa meraup potensi pasar cokelat di dalam dan di luar negeri. Apalagi, konsumsi cokelat di Indonesia baru 1,5 kilogram pertahunnya atau rendah dibandingkan konsumsi cokelat di negara eropa mencapai 14 kilogram pertahunnya. Maka melihat peluang pasar lokal yang cukup besar, lanjutnya Reinald, perseroan optimis bisa menjadi pemain tiga besar di industri makanan dan minuman (mamin) kedepannya.

Tahun ini, lanjutnya, perseroan menargetkan laba sebesar Rp 3 miliar atau sama dengan target di 2018 sebesar Rp 3 miliar. Sementara di tahun 2020, laba Wahana Interfood ditargetkan sebesar Rp 2,4 miliar atau turun dibandingkan tahun sebelumnya karena besarnya biaya yang dikeluarkan untuk investasi mesin dan pabrik baru. Selanjutnya di tahun 2021, laba ditargetkan Rp 11 miliar seiring dengan beroperasinya pabrik baru.

BERITA TERKAIT

Gelar IPO, Bliss Properti Lepas 1,7 Miliar Saham

Satu lagi, perusahaan yang bakal mencatatkan saham perdananya di pasar modal adalah PT Bliss Properti Indonesia. Dalam prospektus yang diterbitkan…

Pertimbangkan Kondisi Pasar - Anak Usaha BUMN IPO di Paruh Kedua

NERACA Jakarat – Sejak pembukaan perdagangan di tahun 2019, baru tiga perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kondisi…

Raup Dana IPO Rp 125 Miliar - Menteng Heritage Poles Kinerja Bisnis Perhotelan

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME) dibuka melesat 69,5% menjadi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Astrindo Raih Pendapatan US$ 27,16 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan pendapatan sebesar US$27,16 juta atau melesat…

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

Laba Betonjaya Melesat Tajam 144,59%

Di tahun 2018, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp27,81 miliar atau naik 144,59% dibandingkan periode…