FISH Jajal Peruntungan Bisnis Perdagangan Pangan - Bikin Anak Usaha Baru

NERACA

Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT FKS Multi Argo Tbk (FISH) rambah bisnis di bidang perdagangan pangan. Untuk menunjang ekspansi tersebut, FISH menggagas pendirian entitas anak usaha baru bernama PT FKS Pangan Nusantara (FKS Pangan).

Corporate Secretary FISH, Sofia Ridmarini dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan bahwa FKS Pangan telah resmi berdiri pada awal Maret lalu. Adapun kepemilikan saham FISH dalam FKS Pangan mencapai angka 99,99% dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor pada FKS Pangan.“FKS Pangan akan menjalankan salah satu kegiatan usaha perusahaan yang sudah berjalan, yaitu perdagangan pangan,”kata Sofia.

Adapun dalam pendirian FKS Pangan, FISH mengucurkan modal ditempatkan dan disetor hingga mencapai Rp10 miliar. Disampaiannya, tujuan transaksi ini adalah untuk memudahkan proses administrasi perusahaan dalam rangka mengembangkan kegiatan FKS Pangan. Tahun ini, pereseroan mengalokasikan sekitar US $ 20 juta untuk membangun infrastruktur logistik di Cigading, Cilegon, Banten.

Kata Lucy Tjahjadi, Direktur PT FKS Multi Agro Tbk (FISH), fase pertama infrastruktur logistik dalam target Cigading akan selesai pada tahun 2019. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal kurang lebih saham di tahun 2018 kemarin sebesar US$ 20 juta. Dimana mayoritas penggunaan belanja modal untuk membangun fasilitas logistik tersebut.

Untuk diketahui, dari fasilitas logistik tersebut perusahaan akan menyediakan jasa dermaga, sewa gudang, bagging dan trucking. Menurut Lucy, bisnis logistik masih terbilang baru karena fasilitas pertama hanya ada di Surabaya yang berdiri pada kuartal IV tahun 2017. “Kontribusi logistik masih kecil. Fokus masih kepada pakan,” ujar Lucy singkat.

Asal tahu saja, perusahaan memiliki fasilitas gudang dengan total kapasitas keseluruhan sebesar 800.000 metric ton yang tersebar dari Medan hingga Makassar. Di tahun 2018 kemarin, perseroan memproyeksikan angka pertumbuhan perusahaan masih akan sama dengan kuartal III 2018 lalu. Adapun pada periode hingga September tersebut, penjualan bersih perusahaan tumbuh 9,5% year on year (yoy) menjadi US$ 747,48 juta atau naik dari tahun sebelumnya sebesar US$ 682,07 juta.

Kendati demikian, sayangnya laba bersih perusahaan atau laba tahun berjalan yang dapat di distribusikan kepada pemilik entitas induk harus menurun 12,14% yoy menjadi US$ 9,99 juta, turun dari tahun sebelumnya sebesar US$ 11,38 juta. Kata Lucy, penurunan ini terutama terjadi karena peningkatan beban umum dan administrasi sekitar US$ 1,6 juta atau sekitar 17% yang terkait dengan peningkatan biaya tenaga kerja di anak perusahaan yang baru beroperasi di akhir 2017 serta biaya konsultasi dan manajemen.

Menurutnya, kenaikan penjualan lebih disebabkan kenaikan harga komdoitas bursa CBOT. Selain itu, perusahaan juga cukup tertekan dengan adanya tren pelemahan rupiah. Tercatat di kuartal III 2018 lalu, rugi selisih kurs atas penjabaran laporan kuangan sebesar US$ 3,47 juta, naik signifikan dari tahun sebelumnya sebesar US$ 412.108.

Perusahaan yang berdiri di tahun 1992 ini menjalankan usahanya dengan menjadi pemasok bahan makanan dan pakan di Indonesia. Diakui FISH, pihaknya bahkan menjadi pelopor dalam produksi tepung ikan dengan menggunakan ikan utuh dalam industri akuakultur.

BERITA TERKAIT

Pacu Bisnis, BTN Syariah Buka Cabang di Kendari

NERACA Jakarta- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kian mengembangkan bisnis syariahnya dengan membuka Kantor Cabang Syariah (KCS) ke-25 di…

Pacu Bisnis, BTN Syariah Buka Cabang di Kendari

NERACA Jakarta- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kian mengembangkan bisnis syariahnya dengan membuka Kantor Cabang Syariah (KCS) ke-25 di…

Sikapi Kasus Hanson International - Tantangan Menjaga Kepercayaan Investor Yang Sehat

Di tengah geliatnya pertumbuhan industri pasar modal, dari segi nilai transaksi, jumlah investor lokal dan produk investasi yang ditawarkan, rupanya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lukai Kepercayaan Masyarakat - APRDI Dukung Tindakan Tegas OJK "Sentil" MI Nakal

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar yang menimpa manajer investasi Narada Aset Manajemen menjadi pil pahit bagi industri pasar modal.…

Waskita Beton Catatkan Kontrak Baru Rp 4,3 Triliun

NERACA Jakarta – Di penghujung akhir tahun 2019 ini, pencapaian kontrak baru PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) terus tumbuh.…

Marak Perusahaan Delisting - Investor Diminta Berhati-hati Berinvestasi

NERACA Jakarta – Maraknya beberapa perusahaan yang didelisting dari pasar modal menjadi cambukan para investor untuk lebih berhati-hati dalam berinvestasi.…