Indonesia Perkuat Promosi Bisnis dan Perdagangan di Rusia

NERACA

Jakarta – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow menargetkan 140 ribu pengunjung Festival Indonesia ke-4 yang diselenggarakan di Rusia pada 1-4 Agustus 2019. “Kalau Festival Indonesia tahun lalu dikunjungi 130 ribu orang, tahun ini kami menargetkan 140 ribu pengunjung,” kata Duta Besar RI untuk Rusia Mohamad Wahid Supriyadi kepada sejumlah pewarta di Jakarta, disalin dari Antara.

Festival tersebut merupakan kegiatan promosi terpadu perdagangan, investasi, dan pariwisata Indonesia di Rusia. Rangkaian Festival Indonesia ke-4 di Rusia akan mencakup kegiatan forum bisnis, business matching, pertunjukan kebudayaan Indonesia, dan pameran produk Indonesia.

Pada 1 Agustus 2019 akan diadakan Forum Bisnis Indonesia-Rusia, lalu pada 2-4 Agustus akan digelar Festival Indonesia di Krasnaya Presnya Park, yakni salah satu taman terbesar dan terpopuler di kota Moskow. “Akan ada 100 stan yang memamerkan produknya, 70 diantaranya adalah stan UMKM,” tutur dia.

Menurut Dubes Wahid, produk-produk UMKM seperti pakaian, kerajinan tangan, tas, serta barang-barang hasil daur ulang, sangat diminati publik Rusia. Sejauh ini lebih dari 100 UMKM dari Tanah Air telah mendaftar untuk mengisi stan Festival Indonesia, tetapi KBRI Moskow akan mengutamakan UMKM yang memiliki kapasitas ekspor.

“Yang penting mereka bisa branding dan mencari pembeli di sana, makanya pada sesi business matching kami sediakan penerjemah untuk membantu memasarkan produk UMKM Indonesia,” tutur Dubes Wahid.

Dengan peningkatan target pengunjung, Dubes Wahid memperkirakan nilai transaksi pada Festival Indonesia tahun ini bisa mencapai 2,5 juta dolar AS, meningkat 200 ribu dolar AS dibandingkan tahun lalu.

Sementara di lain pihak, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Pretoria berupaya memperluas pasar bagi produk Indonesia di Afrika Selatan, salah satunya dengan mengumpulkan para importir produk Indonesia di negara tersebut.

KBRI Pretoria bersama Indonesian Trade and Promotion Centre (ITPC) Johannesburg mengadakan kegiatan business luncheon dengan mengundang para importir produk-produk Indonesia di Afrika Selatan, demikian keterangan tertulis dari KBRI Pretoria, sebagaimana disalin dari laman Antara.

Adapun produk-produk Indonesia yang telah masuk di pasar Afrika Selatan, antara lain, barang kebutuhan sehari-hari, kabel dan peralatan listrik, produk farmasi, otomotif, ban, pelumas, tekstil, dan perabot. Duta Besar RI untuk Afrika Selatan Salman Al Farisi mengatakan bahwa pihaknya tidak hanya mendorong produk Indonesia untuk diimpor ke Afrika Selatan, tetapi juga ekspor produk Afrika Selatan yang dibutuhkan oleh pasar Indonesia. "Hubungan ratusan tahun Indonesia dan Afrika Selatan selayaknya terefleksikan dalam angka perdagangan yang lebih tinggi," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, para perwakilan dari perusahaan-perusahaan Indonesia berupaya mendapatkan masukan dari berbagai mitra usaha asal Afrika Selatan. Pengusaha produk makanan dan minuman Yusuf Kalla berbagi pengalamannya mendatangkan produk mi instan dari Indonesia.

Ia mengaku terkesan dengan produk Indonesia yang berkualitas tinggi dan dengan para pengusaha Indonesia yang dapat dipercaya. Berdasarkan kesan positif dari pengalamannya, Yusuf Kalla mendorong pemanfaatan forum Trade Expo Indonesia (TEI) untuk membangun jejaring dengan para pengusaha Indonesia sekaligus mendapatkan mitra yang tepat bagi para pelaku usaha perdagangan Afsel.

Pada kesempatan itu, Dubes Salman menyampaikan penghargaan atas berbagai kerja sama yang telah terjalin serta membuka diri untuk menerima berbagai masukan dalam rangka meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi kedua negara.

Selanjutnya, Dubes RI juga menyampaikan berbagai peluang bagi pengusaha Afsel untuk mengimpor produk industri strategis Indonesia yang sudah diakui kualitasnya, antar lain, kereta api, seragam militer, dan teknologi komunikasi.

Dubes RI juga mengharapkan para pengusaha Afsel, yang telah melakukan kerja sama dengan pengusaha Indonesia, dapat berbagi pengalaman positif kepada jejaring pelaku usaha lainnya di Afsel. Afrika Selatan merupakan salah satu pintu masuk ke pasar Afrika yang lebih luas, khususnya wilayah Afrika bagian selatan.

Berbagai potensi Afsel, sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Afrika, membuka peluang bagi para pengusaha Indonesia untuk memanfaatkan potensi tersebut guna penetrasi pasar yang lebih luas di kawasan Afrika.

BERITA TERKAIT

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

Indonesia Industrial Summit 2019 - Sektor Manufaktur RI Dipandang Siap Menerapkan Industri 4.0

NERACA Jakarta – Making Indonesia 4.0 merupakan sebuah peta jalan yang diterapkan untuk mencapai tujuan Indonesia menjadi negara 10 besar…

HASIL SEMENTARA PASLON JOKOWI-MA’RUF AMIN UNGGUL - Pemilu Aman, Citra Indonesia Makin Baik

Jakarta-Hingga Pk. 16.00 kemarin (17/4) proses perhitungan cepat (Quick Qunt) dari empat lembaga survei menunjukkan paslon Jokowi-Ma’ruf Amin untuk sementara…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

CIPS Sebut Distribusi Minol Lewat PLB Rentan Tambah Korban

NERACA Jakarta – Distribusi minuman beralkohol (minol) lewat Pusat Logistik Berikat (PLB) rentan menambah korban luka dan korban jiwa akibat…

Penilaian IGJ - Dua Aspek Lemahkan Indonesia Dalam Perdagangan Internasional

NERACA Jakarta – Peneliti senior Indonesia for Global Justice (IGJ) Olisias Gultom menilai, terdapat dua aspek yang membuat lemah Indonesia…

AMMDes Bisa Diaplikasikan dengan Alat Pembuat Es Serpihan

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…