Pos Indonesia Nyatakan Siap IPO di 2013 - Fokus Transformasi Bisnis

NERACA

Jakarta - PT Pos Indonesia (Persero) atau Posindo menargetkan untuk go public melalui mekanisme penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada awal 2013 mendatang. Menurut Direktur Utama Posindo, I Ketut Mardjana, pihaknya akan melepas 10%-15% untuk tahap awal penjajakan ke pasar.

Lebih lanjut Ketut mengungkapkan, Posindo telah menunjuk penasehat keuangan (financial advisor), yakni Ernst & Young sebagai salah satu syarat menuju IPO. “Untuk tahun ini, kami fokus membenahi dan merevitalisasi aset sehingga nilai perusahaan meningkat. Yah, ibarat wanita, mempercantik dirilah supaya banyak yang melamar. Persiapan (IPO) sudah kami lakukan sejak 2011,” ungkap dia di Jakarta, Kamis (15/3).

Selain itu, Ketut menyatakan kalau pihaknya juga telah mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 271 miliar untuk program revitalisasi atau transformasi bisnis. Mayoritas pendanaan ini berasal dari internal Posindo dan pinjaman perbankan. Sementara untuk pengembangan bisnis pihaknya akan melakukan melalui saham, yaitu IPO.

Dalam transformasi tersebut, perseroan akan membenahi infrastruktur lini bisnis utama perseroan pengiriman surat dan dokumen (mail). Agar proses transformasi berjalan lancar, perseroan telah menunjuk konsultan hukum. Di antaranya untuk memantapkan data aset properti, seperti tanah yang bisa saja bersertifikat ganda.

Dengan aspek legal yang kuat, diharapkan tidak akan timbul persoalan, terutama ketika tercatat di lantai bursa. Tak hanya itu, kata Ketut, perseroan juga mengembangkan sektor properti dan meningkatkan utilisasi aset di lokasi utama atau prime location. Saat ini, utilitas properti masih rendah sehingga harus dikembangkan agar meningkat.

Terkait kinerja, Posindo menargetkan pendapatan Rp 3,4 triliun pada tahun ini atau tumbuh hingga 20% dibandingkan tahun lalu. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) logistik ini tengah menggenjot pendapatan dari pengiriman mail yang tahun ini diharapkan dapat memberikan kontribusi di atas 50%.

Ketut optimis bahwa tahun ini pendapatan perseroan dari pengiriman mail akan tembus di atas Rp 1,7 triliun, sejalan dengan peningkatan improvisasi sistem operasi dan jaringan pengiriman yang dilakukan Posindo. Sedangkan pada 2011, pendapatan dari kedua layanan tersebut hanya mencapai Rp 1,6 triliun. "Dari tahun ke tahun, pendapatan kami rata-rata tumbuh 14%-20%. Untuk tahun ini kami berharap bisa mencapai Rp 3,4 triliun atau tumbuh 20% dari tahun kemarin. Kami bertekad terus menggenjot pendapatan dari mail agar kontribusinya bisa di atas 50%," tegas Ketut.

Incar pasar korporasi

Dia menjelaskan, total pendapatan secara keseluruhan dan khusus pengiriman barang, berlaku untuk lini domestik dan internasional. Baik untuk pengiriman mail, barang, parsel, jasa keuangan, dan logistik lainnya.

Tahun ini, diharapkan lini internasional bisa menyumbang sampai 10% di atas target yang sudah ditetapkan sebesar Rp 447 miliar. "Salah satu cara untuk menggenjot lini internasional dengan menggandeng kantor-kantor pos di luar negeri, diantaranya Malaysia dan Australia. Kami juga menggandeng Cardig International. Untuk itu, jika sebelumnya kami hanya melayani 50 negara, nantinya menjadi 200 negara," tambahnya.

Diakui Ketut, perkembangan sistem teknologi informasi yang pesat, seperti pesan singkat (SMS) dan internet, membuat porsi pengiriman untuk mail, khususnya pribadi, berkurang. Meskipun begitu, pihaknya tetap yakin pengiriman mail untuk korporasi akan terus tumbuh. "Makanya ini (mail korporasi) yang kami genjot pengirimannya. Bayangkan, korporasi lokal dan asing, semuanya ada di Indonesia. Ini pasar potensial buat kami. Karena itu, kami akan bidik sejalan dengan peningkatan pasar Pos Indonesia di luar negeri. Bagaimanapun juga, pengiriman mail melalui pos lebih memorable," tukas dia.

Hingga saat ini, perseroan telah menjangkau jaringan pengiriman dengan memiliki sekitar 3.800 kantor pos cabang di seluruh Indonesia. [ardi]

Related posts