Indonesia-Filipina Bahas Peningkatan Perdagangan

NERACA

Jakarta – Duta Besar Filipina untuk Indonesia Leehiong T. Wee bertemu dengan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani untuk membahas peningkatan kerja sama dagang dan investasi antara kedua negara.

Menurut siaran pers dari Kedutaan Filipina di Jakarta, disalin dari Antara, Filipina ingin fokus pada peningkatan investasi dan perdagangan dan salah satu strateginya adalah mempromosikan institusi pendidikan di Indonesia, termasuk peningkatan kerja sama dalam layanan pendidikan.

Dubes Wee menyambut baik rencana PHINMA Corporation, divisi pendidikan di bawah PHINMA Education Holdings, Inc. yang menjalin kerja sama investasi senilai 278 juta peso dengan perusahaan Indonesia Tripersada Global Manajemen, dengan nama PT Ind Phil Managemen (IPM).

Perjanjian kerja sama tersebut ditanda tangani pada 11 Februari 2019 lalu. Berdasarkan artikel yang diterbitkan oleh Business World, PT Ind Phil Managemen (IPM) akan mendirikan institusi pendidikan tinggi Yayasan Triputra Persada Horizon Education, yang pembangunan pertama berlokasi di Jawa Barat.

"Kedutaan Filipina di Jakarta berharap bisa terus memberikan dukungan terhadap promosi perdagangan dan investasi, termasuk hubungan antar-warga antara kedua negara," demikian menurut Wee.

Sementara itu, Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) mendukung langkah pemerintah yang ingin membuka pasar komoditas karet domestik ke India untuk meningkatkan volume perdagangan. Ketua Umum Gapkindo Moenardji Soedargo menyatakan pihaknya siap memberikan dukungan berupa sosialisasi.

Moenardji menjelaskan selama ini India sebenarnya sudah menggunakan hasil karet dari Indonesia, namun pembelian komoditas tersebut dilakukan melalui perusahaan diler di Singapura. "Kebanyakan perusahan dagang karet ini adalah perusahaan Singapura yang perannya sebagai dealer. Itu barangnya ekspor dari Indonesia," katanya, disalin dari Antara.

Untuk itu, upaya pemerintah guna menjalin kontak langsung dengan India patut mendapatkan apresiasi karena negara tersebut merupakan pasar ekspor potensial bagi karet asal Indonesia.

Moenardji menuturkan langkah aktif India dalam mencari produsen karet baru terlihat karena sebelumnya India masih mampu memenuhi kebutuhan karet secara swadaya. Namun, cara tersebut tidak lagi dapat dilakukan karena adanya gangguan cuaca yang signifikan.

Moenardji juga tidak melihat kendala berarti yang dapat menghambat Indonesia untuk mengekspor karet guna memenuhi permintaan India. Ia memastikan kualitas karet Indonesia masih menjadi pionir termasuk di antara anggota (International Tripartite Rubber Council/ITRC) lainnya seperti Thailand dan Malaysia.

Sebelumnya, pelaku usaha India menjajaki peluang untuk mengimpor karet, gambir dan kertas dari Indonesia seusai misi dagang Indonesia pada India-ASEAN Expo and Summit ke 4: "Co-creating the Future".

Sementara itu, pemerintah Indonesia memutuskan untuk menerapkan tiga kebijakan untuk mengatasi harga karet alam yang masih berada di level rendah sepanjang 2018 hingga awal 2019.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa kebijakan tersebut dilakukan baik jangka pendek, menengah, maupun panjang dengan mengatur jumlah ekspor karet alam, peningkatan penggunaan karet alam di dalam negeri, dan peremajaan (replanting) karet alam.

"Kombinasi tiga kebijakan itu, melalui pengaturan ekspor, ditambah promosi dan penggunaan karet alam dalam negeri, ditambah program peremajaan karet rakyat, kita percaya bisa menjaga agar harga karet tidak lagi jatuh begitu rendah," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution pada konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, disalin dari laman Antara.

Darmin menjelaskan saat ini harga karet alam ekspor berkisar 1,45 dolar AS per kilogram dan di tingkat petani hanya Rp7.000 sampai Rp7.500 per kg. Menurut Darmin Nasution, pergerakan harga karet alam ini semakin tidak sesuai dengan harga seharusnya jika dilihat dari pasokan dan kebutuhan pasar.

BERITA TERKAIT

Neraca Perdagangan Sumatera Selatan Surplus Juni 2019

Neraca Perdagangan Sumatera Selatan Surplus Juni 2019   NERACA Palembang - Neraca perdagangan Provinsi Sumatera Selatan mencatat surplus sebesar 251,78 juta…

Wakil Presiden - Ancaman Terbesar Indonesia Bukan Lagi Perang Fisik

Jusuf Kalla Wakil Presiden Ancaman Terbesar Indonesia Bukan Lagi Perang Fisik  Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tantangan yang…

Menakar Mobil Listrik di Indonesia

Oleh: Fahmy Radhi, Pengamat Ekonomi Energi UGM Setelah beberapa lama dinantikan, Presiden Joko Widodo akhirnya menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Paviliun di World Expo Diminta Tampil Futuristik

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengarahkan Paviliun Indonesia dalam World Expo Dubai…

Difasilitasi, IKM Furnitur Sukoharjo Tembus Pasar AS

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian semakin aktif memacu pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas…

Bantu UMKM Go Online - Ralali Gerakkan Ratusan Ribu Agen

NERACA Jakarta - Hari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Nasional yang jatuh setiap 12 Agustus, selalu dirayakan pemerintah baik pusat…