Dijual Mahal, Bakrie Grup Berani Beli Saham Garuda - Dahlan Akui Tidak Intervensi

Neraca

Jakarta – Perjuangan Menteri BUMN menawarkan sisa saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang tidak terserap di pasar, pada akhirnya menuai hasil. Pasalnya, Bakrie Grup menyampaikan niatannya untuk membeli saham Garuda.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan, Bakrie Group siap mempelajari penawaran saham PT Garuda Indonesia Tbk (GGIA) yang kini dimiliki tiga sekuritas BUMN. "Akhirnya, Bakrie menjawab pesan saya. Dia bilang akan mempelajarinya," kata Dahlan di Jakarta, Kamis (15/3).

Kata Dahlan, kewajibannya untuk menawarkan saham Garuda kepada penguasaha nasional sudah selesai dan kini menyerahkan tindak lanjut dari minat beberapa pengusaha nasional itu kepada sekuritas pemegang saham Garuda.

Adapun ketiga sekuritas penjamin emisi Garuda itu adalah PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas. Total saham yang dimiliki ketiga penjamin emisi itu sebanyak 2,46 miliar lembar saham.

Dahlan menekankan pihaknya tidak akan melakukan intervensi atas keputusan yang akan diambil oleh ketiga sekuritas tersebut. "Mau caranya dilelang, tender, atau negosiasi, itu urusan ketiga sekuritas tersebut. Saya tidak mau intervensi," tegasnya.

Dia mengharapkan tiga sekuritas itu tetap menjaga kesepakatan. Mereka harus tetap kompak bila menawarkan saham maskapai pelat merah tersebut dengan melepas sesuai dengan harga pasar.

Sebelumnya, Kelima pengusaha sempat ditawari untuk membeli saham Garuda dan kelimanya diantaranya, Sandiaga Salahuddin Uno, Rachmat Gobel, Anthony Salim, Chairul Tanjung, dan Nirwan Dermawan Bakrie.

Beruntung, dari kelima pengusaha ini, tiga diantaranya sudah membalas surat Dahlan dan menyatakan berminat membeli saham maskapai penerbangan pelat merah. Ketiga pengusaha nasional yakni Chairul Tanjung, Rachmat Gobel, dan Sandiaga Uno menyatakan minatnya untuk membeli 10,8% saham aviasi pelat merah tersebut.

Menurutnya, ngototnya sisa saham Garuda ditawarkan kepada tiga pengusaha nasional tersebut dengan menggunakan harga pasar sekarang dimaksudkan untuk menghindari saham maskapai BUMN ini jatuh ke tangan asing. Namun Dahlan meminta sisa saham Garuda tersebut dijual naik 10% dari harga pasaran.

Layak dan Tepat

Pengamat pasar modal Adler Haymans Manurung pernah bilang, penjualan saham Garuda sekitar 10% di atas harga pasar dijual kepada investor lokal adalah tepat. “Kalau investor mau beli (saham Garuda) harganya di atas pasar berarti tujuannya menguasai Garuda dan akan menjadi mayoritas,” paparnya.

Menurutnya, dengan nilai saham sekitar Rp 540 per lembar, maka Rp 650 per lembarnya harus dikeluarkan dari investor lokal. Investor kecil atau perorangan tidak mungkin membeli di atas harga pasar.

Dia menambahkan salah satu upaya untuk memperbaiki Garuda, yaitu mengemas ulang menjadi produk baru lalu dijual ke pasar lagi. Lebih lanjut dia menjelaskan, salah satu penyebab saham Garuda tidak sepenuhnya terserap di bursa diakibatkan saham tersebut terlalu banyak dilepas di pasar.

Hal senada disampaikan Direktur PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Jose Rizal, penjualan saham GIAA yang harganya di atas 10% harga pasar adalah layak dan sudah ideal. Alasannya, ada faktor yang menjadi daya tarik bagi investor, harga tersebut ditawarkan bukan dalam porsi korporasi melainkan premium disertai pemberian hak kepada pemegang saham mayoritas. (bani)

Related posts