BEI Targetkan 5000 Investor Baru di Kalbar

NERACA

Pontianak - Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Cabang Pontianak, Taufan Febiola menargetkan, tahun ini ada 5.000 investor baru yang masuk ke pasar modal.”Target tersebut optimistis terealisasi karena tren atau geliat pasar modal di Kalbar semakin baik karena literasi pasar modal semakin luas," ujarnya di Pontianak, kemarin.

Taufan menyebutkan bahwa berdasarkan kinerja tahun lalu bahwa ada peningkatan 100% jumlah investor baru yang masuk di pasar modal dari tahun sebelumnya.”Pada 2017 ada 2.300 investor baru dan pada 2018 meningkat 100 persen yakni menjadi 4.600 investor baru. Dengan tren peningkatan yang ada tersebut kita optimistis tahun ini jauh lebih banyak lagi investor baru yang masuk,”jelasnya.

Dikatakan dia, untuk nilai transaksi pasar modal di Kalbar hingga kini di kisaran Rp7 triliun. Dirinya menargetkan untuk tahun ini paling tidak stabil. Bahkan dirinya ingin akan lebih besar lagi total transaksi di pasar modal dengan didorong pertumbuhan investor baru tersebut.

Menurutnya, sejauh ini berdasarkan data investor yang ada masih didominasi oleh kalangan milenial yakni dari rentang umur 19 - 35 tahun.”Anak milenial di Kalbar sekitar 70%. Dominasi kalangan milineal tersebut merupaan peluang besar kita. Dilihat dari produknya di pasar modal masih didominasi saham yakni sebesar 80%, sisanya baru reksadana dan pasif income," kata dia.

Total investor di Kalbar yang saat ini ada sebanyak 14.800 investor. Pihaknya terus menggarap potensi yang ada terutama di daerah yang potensial seperti di Ketapang, Sambas, Sintang, Kapuas Hulu dan beberapa daerah lainnya di Kalbar.”Kita akan terus berkeliling - keliling di daerah agar literasi dan inklusi di pasar modal semakin baik. Bahkan kita saat ini juga mendorong perusahaan di Kalbar untuk melantai di pasar modal. Dengan melantai di pasar modal menjadi sumber alternatif bagi perusahaan untuk memperoleh dana pengembangan bisnisnya agar semakin besar dan maju,”jelasnya.

Sementara Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat (Kalbar), Muhammad Rizky Purnomo berharap banyak perusahaan yang ada di Kalbar bisa melantai di BEI atau go public sehingga masyarakat di Kalbar semakin tertarik dengan pasar modal.”Harapan kita perusahaan di sini banyak melantai di BEI. Dengan begitu masyarakat tentu tertarik dan menjadi daya dorong untuk masuk di pasar modal. Mereka bisa berpartisipasi membeli saham perusahaan lokal," ujarnya.

Dengan banyaknya perusahaan yang tercatat di pasar modal, lanjut Rizky, bisa mendorong literasi dan inklusi industri keuangan di Kalbar khususnya di pasar modal. Disampaikannya, saat ini sudah ada 13 perusahaan sekuritas masuk di Kalbar. “Harapan kita ada lagi masuk untuk menggarap potensi di Kalbar yang masih besar," papar dia.

Sebagai informasi, tahun ini target BEI Kalbar menargetkan ada empat perusahan lokal untuk go public. Terkait Bank Kalbar yang belum go public, manajemen BEI mengungkapkan, dari segi kinerjanya sudah layak untuk masuk ke pasar modal. Menurutnya potensi Bank Kalbar juga sangat besar. Direktur Utama Bank Kalbar, Syamsir Ismail mengatakan bahwa terkait Bank Kalbar sendiri saat ini masih sebatas wacana untuk masuk ke pasar modal.”Kita tentu sudah membicarakan hal itu. Namun soal apakah melantai atau tidak itu tergantung pemegang saham saat ini yaitu pemerintah provinsi dan kabupaten kota yang ada di Kalbar," jelasnya. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Lukai Kepercayaan Masyarakat - APRDI Dukung Tindakan Tegas OJK "Sentil" MI Nakal

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar yang menimpa manajer investasi Narada Aset Manajemen menjadi pil pahit bagi industri pasar modal.…

Waskita Beton Catatkan Kontrak Baru Rp 4,3 Triliun

NERACA Jakarta – Di penghujung akhir tahun 2019 ini, pencapaian kontrak baru PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) terus tumbuh.…

Marak Perusahaan Delisting - Investor Diminta Berhati-hati Berinvestasi

NERACA Jakarta – Maraknya beberapa perusahaan yang didelisting dari pasar modal menjadi cambukan para investor untuk lebih berhati-hati dalam berinvestasi.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

ORORI Distribusi Eksklusif WARIS Sampoerna

ORORI Group, pelopor penjualan perhiasan daring di Indonesia mengumumkan kemitraan eksklusif dengan PT Sampoerna Gold Indonesia (PT SGI) untuk memasarkan…

Aksi Korporasi Indosat Ooredoo - Pemegang Saham Setujui Penjualan Menara

NERACA Jakarta –Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) menyetujui rencana transaksi penjualan 3.100…

Realisasi Kontrak Adhi Karya Baru Capai 28%

NERACA Jakarta – Pencapaian kinerja PT Adhi Karya Tbk (ADHI) di penghujung tahun masih jauh dari target, tengok saja realisasi…