Green Property Komitmen Sinarmas Land Untuk Jangka Panjang - BSD Catatkan Laba Rp 840,78 Miliar

Neraca

Jakarta – Siapa yang tidak kenal pengembang PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), selain sebagai anak usaha properti Sinarmas Land, juga dikenal sebagai pengembang yang memiliki banyak prestasinya. Melihat kinerja keuangannya, perseroan di tahun 2011 membukukan laba bersih sebesar Rp840,78 miliar naik 113% dibandingkan 2010 hanya Rp394,40 miliar.

Direktur dan Corporate Secretary BSDE, Hermawan Wijaya, mengatakan, pencapaian ini didukung oleh kuatnya pendapatan perseroan yang mencapai Rp2,80 triliun dibandingkan 2010 sebesar Rp2,47 triliun. "Minat konsumen atas produk properti yang bernilai tinggi seperti yang ditawarkan oleh BSDE dan anak usahanya menjadi "revenue driven" bagi perseroan. Kinerja anak usaha yang baru saja di akuisisi memberikan kontribusi cukup signifikan atas pencapaian kinerja BSDE sepanjang 2011," katanya di Jakarta, Kamis (15/3).

Menurutnya, angka pendapatan tersebut ditopang oleh tingginya penjualan pemasaran yang makin tumbuh solid dalam dua tahun terakhir. Hingga akhir 2011 perseroan berhasil membukukan pencapaian "marketing sales" sebesar Rp3,45 triliun atau melampaui target awal yakni Rp3,4 triliun.

Catatan perseroan tidak hanya berhasil membukukan laba dan penjualan yang laris manis, tetapi komitmennya pada lingkungan. Bicara soal lingkungan, Bumi Serpong Damai (BSD) diawal sudah memiliki kesadaran tinggi akan pelestarian lingkungan dan salah satu langkah kecilnya adalah membangun jalur sepeda di lingkungan BSD City. Tidak hanya itu, dukungan BSD City terhadap kelestarian lingkungan juga melalui rancang bangun hunian,tata letak maupun banyaknya taman di area pengembangannya. Termasuk pula dari sektor transportasi yang berkontribusi terbesar dalam pemanasan global ini.

Aspek lingkungan sebagai salah satu standar bangunan sudah menjadi perhatian BSD dan termasuk induk usahanya Sinarmas Land. Bicara properti yang ramah lingkungan, sudah bukan barang yang asing dan terlebih saat ini telah menjadi trend industri properti sebagai bahan jualan agar laris manis terjual di pasar.

Kata Managing Director Corporate Strategy & Services PT Sinarmas Land, Ishak Chandra, pengembangan properti hijau bagi Sinarmas Land, bukan sebagai pelengkap untuk menarik konsumen agar laku di pasar. Karena jauh sebelumnya, Sinarmas Land dan anak usahanya sudah melakoni properti hijau.

Baginya, pembangunan properti yang ramah lingkungan atau green property sudah menjadi komitmen dan kebutuhan perusahaan akan kepedulian pada lingkungan, “Ini bukan strategi pemasaran kami, tapi sudah menjadi kewajiban dan komitmen kami sehingga ke depan kami akan terus mengembangkan properti hijau, “tegasnya.

Menurutnya, saat ini sejumlah pengembang marak menggagas strategi hijau dengan menerapkan konsep permukiman berwawasan lingkungan sebagai trend industri properti agar menarik para pembeli. Namun karena pembangunan properti hijau hanya mengikuti tren pasar dan bukan komitmen yang besar mengakibatkan konsep ramah lingkungan hanya dilakukan setengah hatii.

Kondisi ini berbeda dengan Sinarmas Land, dimana perseroan mewujudkan green property dengan langkah nyata berupa pembangunan sistem penerangan jalan umum di sekitar gedung Sinarmas Land Plaza dengan memanfaatkan tenaga surya dan lampu hemat energi.

Selain itu, kata Chairman Sinarmas Muktar Widjaja, area lobi gedung perkantoran tersebut juga tidak menggunakan pendingin udara, tetapi menggunakan ventilasi alam dengan memanfaatkan aliran udara dari luar gedung. "Meski investasi yang dikeluarkan mencapai dua kali lipat, tetapi dalam jangka panjang pembangunan properti hijau tetap menguntungkan karena dapat menghemat energi mencapai 30 persen dari total biaya energi," ungkapnya.

Investasi Jangka Panjang

Perlu diakui, pembangunan proyek perumahan dengan konsep ramah lingkungan akan menaikkan biaya produksi 10%-20%, sehingga produsen dan konsumen harus mengeluarkan dana lebih besar dibandingkan dengan membeli properti pada proyek konvensional.

Namun hal tersebut adalah bentuk investasi jangka panjang. Namun manfaatnya, biaya perawatan jangka panjang akan jauh lebih rendah dibandingkan dengan biaya perawatan proyek konvensional, sehingga pada akhirnya menguntungkan konsumen. Bagaimanapun juga, pembangunan properti dengan konsep eco property akan memberikan imbas lebih panjang berupa efiseinsi kendatipun biaya diawal lebih mahal.

Selain itu, manfaat lain selain ekonomi untuk jangka panjang adalah terwuujudnya kehidupan masyarakat atau kota yang sehat dan berkualitas. Kata Muktar Widjaja, dalam konsep green syarat utama tidak hanya pada penanaman pohon semata atau ketersediaan lahan yang luas melainkan pada penerapan perilaku hijau dengan memanfaatkan utilisasi alam berupa bahan bangunan, air dan energi.

Dia mengungkapkan, terdapat beberapa katagori sebagai panduan kelayakan sebuah gedung dapat disebut green building atau tidak. Menurutnya, sebagai paduan penilaian ada yang disebut Greenship (kadar hijau) ini merupakan penilaian terhadap new building (bangunan baru) dan existing building (bagunan lama). "Tahun 2012 ini sekitar 10 gedung baru dan 5 gedung lama di Jabodetabek dan di luar yang mulai kami lakukan sertifi kasi untuk mendapat sertifi kasi hijau," kata Bintang.

Lanjutnya, bagi gedung yang telah eksis namun belum memenuhi kategori sebagai green building dapat melakukan retroviting semacam renovasi agar memenuhi kelayakan hijau. Sementara bagi perusahaan- perusahan penyewa gedung dapat mendapatkan sertifi kasi hijau melalui green interior design. "Sejumlah pengembang dengan proyek skala besar mulai mendaftarkan gedung atau poyek lainnya untuk mendapatkan peringkat Gold dan Platinum untuk kawasan hijau," katanya.

Buktinya Sinarmas Land peduli lingkungan adalah pembangunan Sinarmas Land Plaza yang berlokasi di Kawasan CBD Green Office Park BSD City. Kehadiran Sinarmas Land Plaza sebagai gedung pusat operasional dan pemasaran bagi grup Sinarmas dan juga dua perusahaan yang tergabung didalamnya, seperti PT Bumi Serpong Damai Tbk dan PT Duta Pertiwi Tbk akan membawa suasana yang hidup. Pasalnya, pembangunan Sinarmas Land Plaza seluas 21.258 meter persegi diatas lahan seluas 25 hektar adalah sinergisitas dengan alam. Hal itu ditunjukkan, dengan prestasi yang diraih Sinarmas Land berupa sertifikat hijau dari Building Construction Authority (BCA) di Singapura.

Gedung perkantoran berkonsep green building ini akan menjadi ikonnya Sinarmas Land, karena 50% dari luas kawasan diperuntukkan untuk ruang terbuka hijau. (bani)

Related posts