Guyuran Kredit PNPM Capai RP123 MILIAR - Di Lebak

NERACA

Lebak—Kucuran dana kredit Simpan Pinjam Perempuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SPP-PNPM) Mandiri Perdesaan di Kabupaten Lebak, Banten, hingga Februari 2012 mencapai Rp123 miliar. "Selama ini perkembangan kredit bagi perempuan meningkat karena dari tahun ke tahun perguliran dana SPP-PNPM cukup bagus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi warga," kata Kepala Bidang Pembangunan dan ketahanan Masyarakat Desa pada Badan Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana Masyarakat Pemerintahan Desa, Kabupaten Lebak, Nasirudin, di Rangkasbitung, Rabu.

Menurut Nasirudin, sejak pemerintah menggulirkan SPP melalui PNPM tahun 2007 dengan modal awal Rp17 miliar, kini akumulasi mencapai Rp123 miliar. Keberhasilan usaha yang dilakukan kaum perempuan tentu bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. “Modalnya padahal sekitar Rp17 miliar,” tuturnya.

Dari Rp123 miliar, kata Nasirudin, hingga saat ini jumlah debitur mencapai 1.403 kelompok usaha yang jumlah anggotanya bervariasi antara 10 sampai 20 orang. Tingkat pengembalian kredit mencapai Rp84 miliar atau 88% dari total dana perguliran. "Kami terus melakukan pembinaan agar tingkat pengembalian kredit di atas 95%," tambahnya

Lebih jauh Nasirudin, usaha perempuan yang mendapat bantuan modal dari PNPM cukup bagus guna mengatasi kimiskinan. Mereka jenis usaha yang dilakukan kaum perempuan, seperti kerajinan anyaman bambu, makanan olahan, penjual sayuran, pedagang bakulan dan warungan. “Saat ini mereka mengalami kemajuan pesat dan dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat,” paparnya.

Bahkan, lanjut Nasirudin, makanan olahan hasil kaum perempuan menjadi andalan ekonomi warga setempat. Misalnya, di Desa Pasir Kupa dan Aweh, Kecamatan Kalanganyar, terdapat produk makanan tradisional, seperti opak, ranginang, kripik pisang, simpring, dan emping jengkol. Selain itu juga produk anyaman bambu di Kecamatan Bojongmanik. "Semua produk itu dilakukan perempuan dan menerima bantuan modal dari PNPM Mandiri Perdesaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Kecamatan Curugbitung, Urip Setiawan mengaku pihaknya menyalurkan dana SPP hingga November 2011 mencapai Rp7 miliar. Perguliran kredit program SPP melalui PNPM sejak 2005 sampai 2011 dengan modal awal sebesar Rp1,5 miliar, namun kini mencapai Rp7 miliar.

Dari Rp7 miliar tersebut, kata Nasirudin lagi, jumlah debitur (nasabah) tercatat 2.000 orang atau 154 kelompok usaha. Jenis usaha yang dilakukan kaum perempuan, seperti makanan olahan, penjual sayuran, peternak telur, pedagang bakulan dan warungan. "Saya yakin program SPP bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat karena mereka bisa mengakses penguatan modal tanpa agunan" ujarnya. **cahyo

Related posts