Akhir Pekan, Aksi Ambil Untung Masih Berlanjut

Neraca

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menguat dalam dua hari berturut-turut tidak mampu bertahan lama. Pasalnya, aksi ambil untuk menahan penguatan indeks BEI dan hasilnya, indeks Kamis ditutup melemah 14,346 poin (0,35%) ke level 4.039,980. Sementara Indeks LQ 45 ditutup turun 4,058 poin (0,58%) ke level 697,978.

Senior Research HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan, koreksi minor pada IHSG terjadi pasca kenaikan beberapa saham unggulan maupun saham lapis kedua. "Meski demikian adanya koreksi ini merupakan kesempatan beli,”katanya di Jakarta, Kamis (15/3).

Menurutnya, aksi profit taking pelaku pasar karena indeks sudah menguat dua hari berturut-turut memaksa indeks harus terkoreksi. Berikutnya, indeks Jum’at akhir pekan, indeks BEI akan rawan tertekan dengan pergerakan indeks diproyeksikan di level 4.020-4.039.

Perdagangan kemarin, saham-saham tambang dan konsumer bertanggung jawab menyeret indeks ke zona merah. Koreksi di kedua sektor itu berimbas sangat fatal, soalnya banyak saham berkapitalisasi besar di sektor tersebut.

Empat sektor masih mampu bertahan positif, yaitu sektor perdagangan, properti, industri dasar dan aneka industri. Sementara memimpin pelemahan adalah sektor konsumer. Kemudian aksi ambil untung banyak dilakukan investor lokal. Sementara asing masih terus menempatkan dananya di pasar modal, hingga sore ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 720,756 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 123.339 kali pada volume 7,348 juta lot saham senilai Rp 4,339 triliun. Sebanyak 115 saham naik, sisanya 124 saham turun, dan 107 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indomobil (IMAS) naik Rp 800 ke Rp 15.400, Myoh (MYOH) naik Rp 450 ke Rp 5.600, Hexindo (HEXA) naik Rp 350 ke Rp 11.000, dan Semen Gresik (SMGR) naik Rp 350 ke Rp 12.550.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.200 ke Rp 41.550, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 700 ke Rp 55.600, Unilever (UNVR) turun Rp 650 ke Rp 19.150, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 600 ke Rp 22.200.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI naik tipis 5,219 poin (0,12%) ke level 4.059,545. Indek LQ 45 menguat tipis 1,042 poin (0,14%) ke level 703,078. Investor asing mulai kembali agresif. Transaksi siang tercatat melakukan pembelian bersih dengan nilai yang signifikan.

Namun, posisi indeks yang sudah terlalu tinggi dimanfaatkan beberapa investor untuk ambil untung, terutama di saham-saham berbasis komoditas dan infrastruktur. Saham-saham properti melesat tinggi, membuatnya indeks sektor properti naik lebih dari satu persen. Sementara indeks sektoral lainnya masih menguat tapi dengan poin yang tipis.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 69.302 kali pada volume 3,609 juta lot saham senilai Rp 2,108 triliun. Sebanyak 91 saham naik, sisanya 106 saham turun, dan 108 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 750 ke Rp 73.800, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 450 ke Rp 12.650, Indomobil (IMAS) naik Rp 450 ke Rp 15.050, dan Myoh (MYOH) naik Rp 300 ke Rp 5.450.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.000 ke Rp 41.750, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 55.800, Mayora (MYOR) turun Rp 350 ke Rp 16.150, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 350 ke Rp 22.450.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 7,54 poin atau 0,19% ke posisi 4.061,87, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,92 poin atau 0,27% ke posisi 703,96 poin. Kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, beberapa sentimen positif berhasil mendorong indeks menguat antara lain data penjualan ritel Amerika Serikat yang di atas ekspektasi, hasil "stress test" The Fed, turunnya "unemployment rate". "Kondisi itu masih membuat mayoritas bursa saham regional bergerak menguat. IHSG berhasil naik dan menembus `resistance` jangka pendek," ujarnya.

Sementara analis Sinarmas Sekuritas, Jeff Tan menambahkan, pada perdagangan Kamis secara teknikal indeks BEI masih berpotensi menguat secara terbatas pada kisaran 4.023-4.090 poin. "Pernyataan positif dari The Fed seputar proyeksi ekonomi AS dapat menjadi sentimen negatif," paparnya

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 58,93 poin (0,28%) ke level 21.249,07, indeks Nikkei-225 naik 40,67 poin (0,40%) ke level 10.091,19 dan Straits Times melemah 5,02 poin (0,17%) ke level 3.021,28. (bani)

Related posts