Perbankan Tertarik Kembangkan Kakao - Di Aceh

NERACA

Banda Aceh--Kalangan perbankan di provinsi itu mulai tertarik untuk memberikan pembiayaan modal pengembangan komoditas unggulan di provinsi setempat. "Perbankan di Aceh telah menyatakan komitmennya untuk membantu pembiayaan bagi petani dan pedagang dalam pengembangan tanaman kakao secara lebih baik," kata Ketua Forum Kakao Aceh (FKA) Hasanuddin Darjo nya di Banda Aceh, Rabu.

Hal itu disampaikan terkait adanya komitmen kalangan perbankan untuk melakukan investasi disektor perkebunan khususnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi petani dan pedagang kakao. Disebutkannya saat ini sudah ada beberapa bank seperti Bank Aceh dan BPR Mustaqim Sukamakmur yang telah menyalurkan pembiayaan kepada petani kakao di provinsi berpenduduk sekitar 4,6 juta jiwa itu. "Kami menyambut positif dengan keikutsertaan perbankan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan produktivitas kakao Aceh di masa mendatang, katanya.

Pihaknya optimistis peningkatan pertumbuhan ekonomi sebanyak 223 ribu petani kakao akan terwujud melalui keikutsertaan perbankan dalam memberikan pembiayaan untuk pengembangan salah satu komoditas unggulan provinsi itu.

Ia mengatakan peningkatan kesejahteraan itu juga akan terwujud dengan meningkatnya produktivitas melalui penggunaan bibit unggul, pemanfaatan lahan tidur dan meningkatnya pemahaman petani untuk merawat tanaman kakao. "Kami juga berharap dukungan pemerintah untuk memberikan bibit unggul, pupuk dan sarana pendukukung lainnya bagi seluruh petani yang tersebar di seluruh Aceh,” kata Hasanuddin yang juga Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Tenggara.

Provinsi Aceh memiliki lahan produktif sekitar 70 ribu hektare yang tersebar di beberapa kabupaten sentra produksi kakao diantaranya Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara dan Aceh Tenggara. **cahyo

Related posts