BEI Perketat Pengawasan Cegah Harga Tidak Wajar Meningkat

Neraca

Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai pergerakan harga saham secara tidak wajar cenderung meningkat belakangan ini. Direktur Pengawasan Transaksi BEI, Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, pergerakkan terhadap transaksi saham perusahaan yang diperdagangkan di BEI yang masuk dalam kategori tidak wajar (unusual market activity/UMA) cenderung meningkat.

Karena itu BEI terus melakukan pengawasan dan melaporkan kepada pihak Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) setiap aktivitas transaksi saham tidak wajar yang berpotensi merugikan investor. "Bursa selalu mengumumkan aktivitas saham tidak wajar ke daftar UMA. Kita akan terus memantau lantai perdagangan, terutama aktivitas transaksi yang tidak wajar,”katanya di Jakarta, Rabu (14/3).

Dalam data perdagangan saham di BEI per awal Januari 2012 hingga Rabu, kemarin 14/3), bursa mengumumkan 18 saham ditransaksikan secara tidak wajar atau meningkat dibandingkan periode yang sama di 2011 yang mencapai 14 saham. "Aksi transaksi spekulatif cukup meningkat. Entah kenapa banyak kenaikan harga saham tidak wajar, padahal berdasarkan konfirmasi ke emiten tidak ada aksi korporasi yang bisa mempengaruhi harga efek," kata dia.

Dia mengemukakan, salah satu saham yang transaksinya dinilai tidak wajar salah satunya saham PT SmartFren Telecom Tbk (FREN).

Sebelumnya, saham FREN sempat dilarang untuk ditransaksikan (suspen) sebanyak dua kali pada 17 Februari dan 2 Maret 2012 dikarenakan harga waran FREN naik tinggi dan nilainya melebih lebih dari harga sahamnya.

Selain itu, saham Laguna Cipta Griya (LCGP) juga sempat masuk dalam kategori saham UMA dikarenakan rumor yang beredar mengenai perusahaan yang berencana mengubah bisnisnya ke minyak dan gas (migas) dari sebelumnya di bidang properti sehingga menimbulkan spekulasi di pasar saham.

Sementara Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada mengatakan, kondisi pasar yang cenderung cepat berubah sentimennya membuat pelaku pasar berspekulasi terhadap rumor yang beredar serta saham-saham yang nilainya masih rendah. "Cukup tingginya nilai saham unggulan membuat beberapa saham `tidur` tiba-tiba bergerak aktif. Jumlah saham yang bergerak diluar kewajaran meningkat sepanjang tahun ini dibanding periode sebelumnya. Terbatasnya pertumbuhan saham unggulan menjadi salah satu faktornya," katanya.

Menurutnya, saham unggulan saat ini pertumbuhannya cenderung terbatas sehingga mendorong investor mengambil resiko dengan mentransaksikan saham non-unggulan.

Sebelumnya, Ketua Bapepam-LK Nurhaida mengatakan, akan meningkatkan pengawasan terhadap aksi korporasi emiten. Peningkatan pengawasan akan terfokus pada aksi korporasi yang rumit dan berpotensi merugikan investor publik. "Otoritas akan mencermati beberapa isu strategis seperti `go private`, `tender offer`, maupun akuisisi. Kami juga akan berdiskusi dengan Bursa agar skema setiap aksi korporasi yang dilakukan emiten tidak rumit, mudah dimengerti oleh publik, dan tidak merugikan investor," kata dia.(bani)

Related posts