Wall Street Melesat Mengerek IHSG Bertahan di 4.000

Neraca

Jakarta - Penguatan bursa global membuat seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) membuat perdagangan saham dalam negeri ikut terangkat, mulai dari awal perdagangan hingga penutupan perdagangan Rabu.

Analis Sinarmas Sekuritas Jansen Kustianto mengatakan, data ekonomi AS seperti data penjualan ritel serta pembahasan kebijakan makro AS oleh The Fed memberikan sentimen terhadap indeks. "Kondisi global memberikan sentimen positif bagi indeks tak hanya di bursa domestik tapi juga di bursa regional Asia," katanya di Jakarta, Rabu (14/3).

Hal senada juga disampaikan kepala riset MNC Securities Edwin Sebayang, penguatan bursa Indonesia ini seiring dengan kenaikan tajam bursa regional dan bursa global. "Ini merujuk pada melonjaknya laporan penjualan ritel AS dan membaiknya tingkat kepercayaan investor Jerman, terlebih kinerja IHSG sangat ketinggalan dibandingkan bursa regional lainnya," ujarnya.

Asal tahu saja, bursa saham Wall Street mencetak penguatan tertingginya di 2012 didorong oleh rencana penambahan dividen yang akan dilakukan oleh JPMorgan Chase & Co. Selain itu, hasil stress test yang dilakukan The Federal Federal Reserve terhadap perbankan juga menunjukkan hasil positif. Ekonomi AS masih akan tumbuh meski dengan berbagai tantangan.

Sentimen positif ini menjadi penggerak pasar saham Asia sepanjang Rabu kemarin, tidak terkecuali IHSG. Aksi beli pun marak terjadi atas dorongan sentimen tersebut. Transaksi perdagangan pun berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 141.347 kali pada volume 3,353 juta lot saham senilai Rp 5,247 triliun. Sebanyak 142 saham naik, sisanya 82 saham turun, dan 99 saham stagnan.

perdagangan sesi I, indeks BEI masih ditutup menguat 43,549 poin (1,09%) ke level 4.052,191. Sementara Indeks LQ 45 melaju 9,123 poin (1,32%) ke level 702,168. Aksi beli langsung marak dilakukan investor asing dan lokal. Seluruh lapisan saham diincar para pemodal sehingga semua indeks sektoral pun menguat.

Poin yang dicetaknya pun cukup tinggi, bahkan indeks sektor industri dasar dan aneka industri melompat hingga lebih dari dua persen. Tak satu pun sektor yang jatuh ke zona merah, semuanya kompak berjalan di jalur hijau. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 87.445 kali pada volume 2,05 juta lot saham senilai Rp 2,827 triliun. Sebanyak 138 saham naik, sisanya 67 saham turun, dan 83 saham stagnan. (bani)

Related posts