Menwa Galuh Ciamis Akan Gelar Halaqah Kebangsaan Bersama Pesantren Ar-Risalah

Menwa Galuh Ciamis Akan Gelar Halaqah Kebangsaan Bersama Pesantren Ar-Risalah

NERACA

Ciamis – Resimen Mahasiswa (Menwa) Galuh Ciamis bersama Pasantren Ar-Risalah, dalam waktu dekat ini akan mengadakan acara Halaqah Kebangsaan di Pondok Pesantren Ar-Risalah Cijeungjing Ciamis dengan mengangkat tema Mengoptimalkan Nilai-nilai Budaya Lokal : Mencegah Politik Pecah Belah Di Era Kekinian".

Acara ini merupakan bentuk inisiatif penggiat bela negara dari kalangan generasi muda kampus dan pesantren dalam ikut menyikapi situasi yang berkembang akhir-akhir ini, dimana gaya komunikasi politik dengan narasi-narasi yang kontra produktif di masyarakat masih berkembang, apalagi menjelang Pilpres 2019.

Panitia acara, Ana Intang Ristiana kepada NERACA, Kamis (21/2) mengungkapkan acara Halaqah Kebangsaan yang akan digelar di Aula Ponpes Ar-Risalah Cijeungjing Ciamis ini rencananya akan menghadirkan pembicara antara lain: Drs. H. Andang Firman, T. MT (Kepala Kesbangpol Kab. Ciamis, Jawa Barat), KH. Fadlil Yani Ainusyamsi (Pengasuh Ponpes Darussalam Ciamis) dan Dr. H. Yat Rospia Brata, M.Si (Dewan Kebudayaan Kab. Ciamis).

"Kita bisa saksikan saat ini, hoax atau berita bohong begitu sudah menjadi konsumsi sehari-hari, dan ini terjadi terkadang tanpa mempedulikan dampak negatif, dan mengesampingkan nilai-nilai budaya kearifan lokal yang kita miliki. Padahal kebutuhan masyarakat di masa menjelang pelaksanaan pemilu adalah muncul sebuah ide atau gagasan yang cerdas, sehingga masyarakat memiliki bahan dalam menentukan pilihannya di Pilpres 2019", tutur Intang sapaan akrabnya.

Intang mengatakan bahwa ditengah situasi politik yang terus memanas menjelang Pilpres 2019, membangun budaya santun dalam berpolitik sangat dibutuhkan, hal tersebut memberikan pembelajaran demokrasi yang baik bagi masyarakat.

"Mengusung nilai-nilai budaya dalam menjalankan kehidupan sosial politik di era kekinian untuk mencegah terjadinya pecah belah di masyarakat sangat dibutuhkan. Program dan gagasan yang cerdas akan berkorelasi dengan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya", ujar Intang.

Intang menuturkan guna mencegah terjadinya perpecahan masyarakat akibat narasi politik yang kontra produktif menjelang Pilpres 2019, maka perlu ada edukasi kepada masyarakat luas untuk lebih berhati-hati dalam merespon kabar yang berasal dari media sosial, dan lebih selektif dalam menyampaikan kabar kepada pihak lain sehingga tidak menimbulkan kegaduhan dan turut serta menjadi bagian dari orang-orang menyebarkan kabar bohong.

"Untuk menyikapi kondisi saat ini, maka perlu adanya gerakan-gerakan yang masif mengajak masyarakat untuk kembali mengedepankan nilai-nilai luhur budaya Indonesia, seperti yang telah dicontohkan oleh para pendiri bangsa ini untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Intang. Ron

BERITA TERKAIT

Pacific Paint Revitalisasi Pesantren Sirnarasa - Gelar Festival Religi

  NERACA   Ciamis - Indonesia dikenal sebagai masyarakat majemuk, tercermin dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki arti berbeda-beda…

Komitmen Bersama Melawan Hoax Demi Mencegah Aksi Inkonstitusional

    Oleh : Afi Rahman, Mahasiswa Sospol UNAS Informasi di era sekarang sangat mudah didapatkan melalui jejaring media sosial,…

Rumah Penerima Bantuan PKH akan Diberikan Label

  NERACA   Jakarta - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengusulkan pemasangan label pada rumah keluarga penerima manfaat Program Keluarga…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Kerja Sama Kehutanan Indonesia – Korsel Akan Libatkan Kaum Milenial - Menteri LHK

Kerja Sama Kehutanan Indonesia – Korsel Akan Libatkan Kaum Milenial Menteri LHK NERACA Incheon – Kerja sama bidang kehutanan dan…

Indonesia Buka Perluasan Pasar Produk KUKM ke Azerbaijan

Indonesia Buka Perluasan Pasar Produk KUKM ke Azerbaijan NERACA Jakarta - Kedutaan Besar RI di Baku, Azerbaijan mendorong peran Indonesia…

Februari Banten Alami Deflasi 0,00 Persen

Februari Banten Alami Deflasi 0,00 Persen NERACA Banten - Provinsi Banten pada Februari 2019 mengalami deflasi 0,00 persen bila dibandingkan…