Penanggulangan Bencana Terkendala Anggaran

NERACA

Jakarta---Jakarta - Meski Presiden telah mengintruksikan agar kesiapsiagaan bencana di daerah harus terus ditingkatkan, namun masih didapati beberapa kendala yang dihadapi oleh Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD), salah satunya adalah kecilnya anggaran dana untuk penanggulangan bencana di daerah. "Dari segi anggaran itu yang agak berat, terus terang saja di beberapa daerah yang kita tahu rawan bencana, dengan ancaman yang cukup tinggi, tapi anggaran masih cukup kecil," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif di Bogor,14/3

Menurut Syamsul, saat ini anggaran untuk bencana yang ada di BNPB ada sekitar Rp4,5 triliun rupiah. Karena BNPB berharap dana bencana untuk BPBD bisa meningkat dengan adanya dukungan dari semua pihak, seperti DPR RI.

Syamsul mencontohkan untuk wilayah Jawa Timur, satu provinsi anggaran dana bencana hanya sebesar Rp15 miliar, selain itu di Jawa Barat yang juga berpotensi tinggi terhadap bencana mempunyai anggaran sebesar Rp25 miliar. "Bahkan ada yang provinsi yang anggarannya cuma Rp500 juta per tahun, itu belum dibagi ke kabupaten kota. padahal didalam undang-undang diamanatkan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah juga menyiapkan untuk kesiapsiagaan," tambahnya.

Terkait pemotongan anggaran, kata Syamsul, akan mengurangi alokasi anggaran kegiatan yang sudah direncanakan BNPB. Menurut Syamsul, untuk menyiasatinya, kegiatan-kegiatan dalam rencana BNPB yang sebelumnya tersebar pada masing-masing deputi banyak yang digabung.

Dikatakan Syamsul, kegiatan pelatihan rehabilitasi bencana. Kegiatan di bawah Deputi III itu akan digabungkan dengan kegiatan lain yang masih berhubungan di bawah deputi berbeda. Besarnya potongan dipatok pada angka 10%. **Novie

Related posts