Pemda Kalsel Tertarik Untuk Obligasi Daerah

NERACA

Banjarmasin -Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Rudy Resnawan menyatakan tertarik dengan potensi pengembangan obligasi daerah sebagai sumber pendanaan untuk pembangunan infrastuktur daerah. "Saya sudah berbincang-bincang dengan direktur BEI maupun dengan OJK, tentang gambaran obligasi daerah sebagai sumber pendanaan untuk pembangunan daerah, potensi tersebut sangat menarik,”ujarnya di Banjarmasin, kemarin.

Menurut Rudy, banyak mendapatkan masukan dari tim Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terkait adanya potensi pendanaan pembangunan daerah melalui obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah. Obligasi daerah adalah salah satu sumber pinjaman daerah jangka menengah atau jangka panjang yang bersumber dari masyarakat.

Melalui obligasi daerah, lanjut Rudy, pemerintah daerah bisa mendapatkan sumber pendanaan baru untuk melakukan pembangunan. Namun, tambah dia, pihaknya belum bisa memastikan kemungkinan Pemprov Kalsel akan menerbitkan obligasi daerah karena harus dipelajari lebih lanjut dan detail keuntungan dan risikonya.

Sebelumnya, Wagub Kalsel mempresentasikan potensi kinerja insdustri pasar modal di Kalimantan Selatan di hadapan para investor pasar modal. Rudy menjelaskan, nilai kepemilikan saham di provinsi Kalsel sebesar Rp39,53 triliun. Berdasarkan data dari sistem informasi debitur (SID), jumlah investor di Kalsel sebanyak 14.263 orang. Data tersebut meningkat 67,94% dibanding tahun sebelumnya.

Dirinya menyebutkan, peningkatan jumlah investor di Kalsel merupakan yang tertinggi kedua di regional Kalimantan setelah Kalimantan Tengah. Presentasi investor di Kalsel terhadap seluruh investor di regional Kalimantan adalah sebesar 22,73%. Sedang total transaksi saham di Kalsel dalam satu tahun terakhir sebesar Rp3,26 triliun dengan rata-rata transaksi per bulan Rp271,56 miliar.

Sedangkan total transaksi reksa dana di Kalsel, dalam satu tahun terakhir sebesar Rp1, 77 triliun dengan rata-rata transaksi per bulan Rp 151, 60 miliar. Di Kalsel terdapat beberapa jaringan kantor pasar modal antara lain KPW BEI, tujuh perusahaan efek, satu manager investasi dan 26 agen penjual reksa dana (APERD). (ant/bani)

BERITA TERKAIT

HIMBARA UNTUK PAJAK

Menkeu Sri Mulyani Indrawati (tengah) bersama (kiri ke kanan) Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo, Dirjen Pajak Kemenkeu Robert Pakpahan,…

Percepat Pembangunan di Jabar - Pemprov Jabar Terbitkan Obligasi Daerah

NERACA Jakarta –Besaranya minat pemerintah daerah untuk menerbitkan obligasi daerah, terus bertambah. Kali ini, pemerintah provinsi Jawa Barat kembali menyampaikan…

Rekonsiliasi Politik, Rekonsiliasi Ekonomi untuk Indonesia

Oleh: Ir. Yahya Agung Kuntadi MM, Institute of Research and Community LPPM UGM Belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia, suatu…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Acting in Concert Pemicu Jababeka Default

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) berpotensi mengalami gagal bayar notes senilai US$ 300 juta karena terjadinya perubahan pengendali sebagaimana…

Gandeng Perusahan Taiwan - Kalbe Farma Bidik Cuan di Bisnis Kecantikan

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan, inovasi dan pengembangan bisnis menjadi strategi yang dilakukan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Menggandeng…

Volume Penjualan Semen SMCB Turun 3,30%

NERACA Jakarta – Melorotnya penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di semester pertama tahun ini, juga dirasakan oleh anak…