OJK Ganti Rugi Korban Pelanggaran Pasar Modal - Berikan Kejelasan Bagi Investor

NERACA

Jakarta – Meskipun di indutri pasar modal sudah memiliki lembaga yang melindungi dana nasabah atau Indonesia Securities Investor Protection Fund (Indonesia-SIPF), namun hal tersebut dirasakan kurang. Pasalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana membentuk disgorgement fund yang nantinya akan mengganti kerugian investor di pasar modal. “Kalau investasi itu kan ada untung ada rugi, tapi bukan berarti kerugian nantinya akan dibebankan ke disgorgement fund, ganti rugi akan diberikan ketika kerugian muncul dari tindak pidana,”kata Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK, Hoesen di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, disgorgement fund akan mengganti kerugian investor akibat pelanggaran yang dilakukan oleh korporasi di pasar modal dan bukan kerugian akibat pilihan investasi itu sendiri. Hoesen menjelaskan bahwa disgorgement fund nantinya akan menerima pembayaran denda dari korporasi yang melakukan pelanggaran di pasar modal.

Setelah itu barulah disgorgement fund akan menyalurkan ganti rugi kepada investor yang merasa dirugikan akibat pelanggaran tersebut. Namun, tentunya investor yang merasa dirugikan harus melakukan prosedur klaim terlebih dahulu. Disgorgement fund bukanlah hal baru di dunia pasar modal. Menurut Hoesen ide pembentukan disgorgement fund datang dari Securities and Exchange Commission (SCE) di Amerika Serikat (AS).

Lembaga yang punya wewenang dan fungsi yang sama dengan OJK di Indonesia itu sudah terlebih dahulu membentuk disgorgement fund untuk menyelesaikan permasalahan yang timbul akibat pelanggaran berupa transaksi semu alias goreng saham, transaksi dengan informasi “orang dalam” atau insider trading, hingga penyalahgunaan dana nasabah.

Hoesen bilang, jika nantinya disgorgement fund berhasil terwujud di Tanah Air, maka nasib investor yang dirugikan akibat pelanggaran korporasi bisa lebih jelas. Hal itu tentunya akan membuat kepercayaan masyarakat akan pasar modal menjadi lebih tinggi. “Selama ini kan, walaupun kasusnya sudah di proses hingga ke pengadilan, tapi nasib investornya ya begitu-begitu saja, tidak ada kejelasan atas investasi mereka,”ujarnya.

Kemudian dirinya memberikan contoh kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas yang pada tahun 2009 menyalahgunakan dana nasabah dan laporan palsu Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKDB). Kasus tersebut diketahui menimbulkan kerugian investor hingga Rp 300 miliar. “Coba lihat kasus ini berapa kerugiannya, proses penggantiannya bagaimana? Kejelasan ganti rugi investor sampai saat ini seperti apa,” kata Hoesen.

Sementara Deputi Pengawas Pasar Modal I OJK, Djustini Septiana menegaskan, pembentukan disgorgement fund ini masih berupa inisiatif yang tentunya perlu dikaji kembali oleh pihak-pihak terkait lantaran menyangkut pelanggaran. Dirinya belum bisa memastikan apakah nantinya disgorgement fund ini akan dijalankan oleh Lembaga khusus yang terpisah dengan atau dikelola oleh OJK.

BERITA TERKAIT

Australia Diminta Buka Akses Pasar Hortikultura

NERACA Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan pertemuan bilateral dengan Pemerintah Australia guna membahas isu-isu peternakan, hortikultura,…

Telkomsel Beri Solusi Inovatif Bagi Korporasi

Menggandeng kerjasama dengan Google, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) menghadirkan solusi inovatif yang dibuat khusus bagi korporasi besar, yakni Android Zero-touch…

Jabar Berikan Rp200 Miliar Bantuan Keuangan Per Pemkab/Pemkot

Jabar Berikan Rp200 Miliar Bantuan Keuangan Per Pemkab/Pemkot   NERACA Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Emil…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Acting in Concert Pemicu Jababeka Default

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) berpotensi mengalami gagal bayar notes senilai US$ 300 juta karena terjadinya perubahan pengendali sebagaimana…

Gandeng Perusahan Taiwan - Kalbe Farma Bidik Cuan di Bisnis Kecantikan

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan, inovasi dan pengembangan bisnis menjadi strategi yang dilakukan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Menggandeng…

Volume Penjualan Semen SMCB Turun 3,30%

NERACA Jakarta – Melorotnya penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di semester pertama tahun ini, juga dirasakan oleh anak…