Lima Emiten Belum Bayar Listing Fee

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah emiten yang mengalami gangguan keberlangsungan usaha atau going concern dan berakibat tidak mampu membayar biaya pencatatan tahunan bursa atau annual listing fee (ALF) di awal tahun 2019 bertambah lima. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, BEI juga menyebutkan lima emiten tersebut juga mengalami penghentian sementara (suspend) saham sejak perdagangan sesi I pagi ini karena lalai membayar ALF di awal tahun 2019. Lima emiten itu adalah PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA), PT Mitra International Resources Tbk (MIRA), PT Sugih Energy Tbk (SUGI), PT Atlas Resources Tbk (ARII), dan PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM).

Sementara itu, saham-saham yang diperpanjang suspensi karena hal yang sama adalah PT Sigmagold inti Perkasa Tbk (TMPI), PT Bara Jaya International Tbk (ATPK), PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), PT Golden Plantation Tbk (GOLL), PT Cakra Mineral Tbk (CKRA), PT Grahamas Citrawisata Tbk (GMCW) dan PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP). Dengan demikian, jumlah emiten yang mengalami suspensi karena tidak membayar ALF tahun 2019 menjadi 12. Sedangkan tahun lalu, BEI hanya mengenakan suspend enam emiten karena hal yang sama.

BERITA TERKAIT

Penjelasan Belum Memuaskan - BEI Pastikan Suspensi KIJA Masih Berlanjut

NERACA Jakarta – Meskipun PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) sudah memberikan penjelasan terkait potensi gagal bayar atau default atas…

Kembangkan Platform Online - INOV Bikin Proyek Percontohan di Lima Kota

NERACA Jakarta - Mengantungi dana hasil penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 152 miliar, PT…

Hadirkan Platform Pojok Bayar - DMI Dorong Digitalisasi Kominitas Ritel

NERACA Jakarta – Guna menghadirkan solusi pembelian produk digital di usaha kecil dan menengah (UKM), DMI melalui platform Digimax, bersama…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Acting in Concert Pemicu Jababeka Default

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) berpotensi mengalami gagal bayar notes senilai US$ 300 juta karena terjadinya perubahan pengendali sebagaimana…

Gandeng Perusahan Taiwan - Kalbe Farma Bidik Cuan di Bisnis Kecantikan

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan, inovasi dan pengembangan bisnis menjadi strategi yang dilakukan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Menggandeng…

Volume Penjualan Semen SMCB Turun 3,30%

NERACA Jakarta – Melorotnya penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di semester pertama tahun ini, juga dirasakan oleh anak…