Minat Pemda Terbitkan Obligasi Daerah Besar - Pasarnya Cukup Menjanjikan

NERACA

Jakarta – Meskipun butuh proses panjang, minat pemerintah daerah untuk menerbitkan obligasi daerah atau municipal bond cukup besar. Apalagi, menurut Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), obligasi daerah memiliki prospek yang menjanjikan. Sejak tiga ketentuannya diluncurkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir 2017, hingga saat ini belum ada daerah yang meluncurkan municipal bond.

Direktur IBPA, Wahyu Trenggono menyampaikan, obligasi daerah tentu menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk memperoleh pendanaan tambahan selain dari alokasi umum pemerintah pusat dan pendapatan asli daerah (PAD). "Daerah bisa meluncurkan obligasi untuk mempercepat pertumbuhan wilayah,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, sebenarnya dulu DKI Jakarta sempat hampir mengeluarkan obligasi daerah. Namun, pada akhirnya dibatalkan karena lebih memilih mengefisienkan dana yang sudah ada. Dari segi keamanan, Wahyu menilai peraturan yang ada sudah cukup komprehensif. Peraturan terkait jaringan pengamanannya sudah bagus dan aman sehingga dana yang masuk tidak akan hilang karena ada jaminan, kepastian pengembalian dana dan aturan lainnya.

Meski demikian, instrumen pasar modal satu ini juga perlu persiapan yang tidak sedikit. Mulai dari persiapan teknis, kebijakan, pemahaman, sistem, koordinasi, baik dengan pemerintah pusat maupun internal pemerintah daerah. Oleh karena itu, tidak heran bila persiapannya memang cukup panjang dan penuh kehati-hatian.

Wahyu menyampaikan, sudah ada beberapa provinsi yang telah melakukan persiapan panjang. Dirinya berharap setelah pemilihan 2019, pemda bisa lebih berani. Khususnya daerah tingkat I dan II seharusnya bisa siap. Sementara Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi mengakui, sejumlah daerah telah menunjukkan ketertarikan meluncurkan municipal bond. Disampaikannya, obligasi daerah yang berniat diterbitkan adalah Kalimantan Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

OJK dan BEI telah bekerja sama dalam road show ke sejumlah daerah untuk sosialisasi. Kalimantan Selatan pun telah mendatangi BEI pada hari ini sebagai bentuk keseriusan menjajaki peluang peluncuran. "Iya nanti juga akan ada lagi yang ke sini, seperti Pak Ridwan Kamil (Jawa Barat), Jawa Timur, banyak yang tertarik," kata dia.

Secara umum, prospek obligasi daerah secara return akan sedikit di atas obligasi milik pemerintah pusat, yakni sekitar delapan-10%. Namun, ini akan bergantung juga pada kondisi daerah dan pemerintahnya. Wahyu menilai rating dari Pefindo bisa cukup baik jika dilihat dari sisi keamanan. Ditambah ketika permintaan cukup tinggi, maka return pun bisa sedikit ditekan oleh pemda jadi lebih rendah.

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Resnawan mengakui, Kalsel tertarik menjajaki dan mempelajari pada tahun ini. Diharapkan tahun depan sudah bisa meluncurkan. Dirinya mengaku belum bisa menyebutkan gambaran nilai obligasi yang akan dikeluarkan."Belum, tapi pasti banyak. Untuk kebutuhan infrastruktur saja kan tidak cukup Rp 2-3 triliun, yang jelas akan disesuaikan dengan proyek yang ada," kata dia.

BERITA TERKAIT

Gandeng Kerjasama HIPMI - ModalSaham Siap Bawa Perusahaan IPO

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan industri pasar modal dengan mengajak pelaku usaha go public, ModalSaham sebagai perusahaan starup akan menggandeng…

Produksi Nikel Vale Indonesia Terkoreksi 6,81%

NERACA Jakarta –Besarnya potensi kenaikan permintaan nikel di pasar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus memacu produksi nikel, meskipun di…

Progres Pabrik di Sumses Capai 30% - Buyung Poetra Perbesar Kapasitas Produksi Beras

NERACA Jakarta – Meskipun tengah dihadapkan pada kondisi musim kemarau yang berkepanjangan, emiten produsen beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sukseskan Target SDGs - BEI Perkuat Kemitraan Antar Perusahaan

NERACA Jakarta - Dalam rangka menyukseskan kemitraan strategis antar perusahaan di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus terbuka…

Kantungi Pinjaman BCA Rp 624 Miliar - Dharma Satya Terus Perluas Pembangunan Pabrik

NERACA Jakarta – Musim kemarau yang berkepanjangan, ditambah kondisi harga komoditas yang masih lesu tidak menyurutkan recana PT Dharma Satya…

Bisnis Pembiayaan CNAF Tumbuh 93,3%

NERACA Jakarta- Kendatipun bisnis otomotif diprediksi masih akan lesu hingga akhir tahun, hal tersebut tidak memberikan dampak bagi bisnis pembiayaan…