Nilai Transaksi Saham Sepekan Naik 3,07%

NERACA

Jakarta – Sepekan kemarin, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan rata-rata frekuensi transaksi sebesar 5,53% menjadi 464,93 ribu kali transaksi dibandingkan dari pekan sebelumnya 440,56 ribu kali transaksi. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

BEI juga mengungkapkan, pencapaian positif juga terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian sebesar 3,07%menjadi Rp9,16 triliun dari Rp8,88 triliun pada penutupan pekan sebelumnya dan untuk rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami peningkatan sebesar 3,02%menjadi 14,21 miliar unit saham dari 13,79 miliar unit saham dari penutupan pekan lalu.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jum’at (15/2) akhir pekan kemarinterkoreksisebesar 2,03% ke level 6.389,08 dari 6.521,66 pada penutupan pada pekan sebelumnya. Kata analis Indopremier Sekuritas, Mino, pelemahan indeks BEI Jum’at akhir pekan dipicu oleh data neraca perdagangan di bulan Januari yang membukukan defisit lebih besar dari perkiraaan pasar. Defisit neraca perdagangan Januari 2019 yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS), lebih tinggi dari konsensus analis yang memprediksi defisitnya mencapai US$ 0,97 miliar.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham investor asing yang ditunjukkan dengan aksi jual bersih atau "net foreign sell" sebesar Rp286,75 miliar. Frekuensi perdagangan saham pada Jumat tercatat sebanyak 453.154 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 12,17 miliar lembar saham senilai Rp8,69 triliun. Sebanyak 130 saham naik, 284 saham menurun, dan 123 saham tidak bergerak nilainya.

Pada pekan periode 11 – 15 Februari 2019 nilai kapitalisasi bursa juga mengalami penurunan sebesar 1,97%menjadi sebesar Rp7.264,29 triliun dari Rp7.409,89 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.Tercatat sepekan kemarin, investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp3,33 triliun dan sampai dengan pekan ketiga bulan Februari 2019 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp10,96 triliun.

Selain itu, BEI juga mencatatkan obligasi berkelanjutan IV Astra Sedaya Finance pada pekan kemarin dengan tingkat bunga tetap tahap II tahun 2019 PT Astra Sedaya Finance (ASDF). Obligasi berkelanjutan IV Astra Sedaya Finance dengan tingkat bunga tetap tahap II tahun 2019 dengan nilai nominal sebesar Rp2.225.000.000.000 yang terdiri dari tiga seri. Dengan pencatatan ini maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 389 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp416,74 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 117 perusahaan Ttrcatat.

Kemuian Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 100 seri dengan nilai nominal Rp2.443,13 triliun dan US$ 400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp9,55 triliun.

BERITA TERKAIT

Targetkan Pasar Milenial - PP Urban Garap Proyek Hunian Urbantown

NERACA Jakarta – Menjawab kebutuhan hunian yang terus meningkat dan juga membidik potensi pasar dari kalangan milenial, PT PP Urban…

Bisnis Otomotif Melempem - Laba Bersih Bintraco Dharma Ikut Tertekan

NERACA Jakarta – Lesunya industri otomotif dalam negeri berimbas pada pencapaian kinerja keuangan PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk…

Penjualan Mobil Astra International Turun 7,6%

NERACA Jakarta – Industri otomotif dalam negeri masih melandai dan hal tersebut terlihat dari penjualan mobil PT Astra International Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kembangkan Ekspansi Bisnis - Panca Budi Idaman Perkuat Modal Anak Usaha

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan bisnis dan juga pengembangan usaha, PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) menambah modal anak usaha…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Citra Putra Fokus Kembangkan Bisnis Rumah Sakit

NERACA Jakarta – Kenaikan anggaran kesehatan dalam APBN 2020 dan juga kenaikan iuran BPJS Kesehatan memberikan sentimen positif terhadap kinerja…

Audiensi Dengan Wakil Presiden - IPEMI Siap Dukung Masterplan Ekonomi Syariah

NERACA Jakarta – Memacu pertumbuhan ekonomi syariah yang menjadi perhatian pemerintah dengan terus mengembangkan berbagai basis industri syariah, termasuk mengarap…