Target RPJMN Bidang Infrastruktur Diyakini Tercapai

NERACA

Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meyakini bahwa sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR akan dapat tercapai. Menteri Basuki dalam rilis PUPR di Jakarta, Kamis (14/2), menyatakan optimistis bahwa untuk sasaran yang sudah dalam jalurnya yang tepat dengan kerja keras, bisa tercapai targetnya pada tahun 2019.

Infrastruktur merupakan salah satu tema yang akan dibahas dalam debat capres tahap kedua yang akan berlangsung pada Minggu (17/11). Tema lainnya adalah energi, sumber daya alam, lingkungan hidup, dan pangan. "Sejumlah strategi dan upaya dilakukan mulai dari pemrograman hingga pelaksanaan. Dalam melakukan pemrograman difokuskan pada infrastruktur yang menjadi prioritas strategis nasional dengan tidak melupakan pembangunan infrastruktur kerakyatan," ucapnya.

Kemudian, ujar dia, Kementerian PUPR melakukan pelelangan dini sehingga mempercepat tahapan pelaksanaannya. Dalam pelaksanaannya, monitor terus dilakukan seperti Presiden Joko Widodo yang mengecek kemajuan proyek infrastruktur berkali-kali. Beragam pekerjaan juga dilakukan menggunakan dua sif kerja sepekan sehingga proyek infrastruktur dapat selesai tepat waktu bahkan lebih cepat dengan kualitas yang tetap terjaga.

Dengan tuntutan masyarakat yang tinggi serta anggaran yang diamanahkan kepada Kementerian PUPR, kualitas sumber daya manusia jasa konstruksi juga ditingkatkan melalui program percepatan sertifikasi pekerja konstruksi. "Mempercepat bukan berarti mempermudah. Hal ini juga menjalankan amanah UU No.2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi dimana setiap tenaga kerja yang bekerja di sektor konstruksi harus memiliki sertifikat kompetensi kerja," jelasnya.

Sembilan sasaran yang ditargetkan bakal tercapai yakni pembangunan jalan dan jembatan termasuk jalan tol, bendungan, irigasi, kawasan permukiman baru atau kota baru, rehabilitasi irigasi, pelatihan konstruksi, dan sertifikasi konstruksi. Kemudian delapan sasaran yang dapat tercapai dengan kerja keras yakni kemantapan jalan, irigasi tambak, air baku, air irigasi dari bendungan, tampungan air, sanitasi, air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dan penanganan permukiman kumuh.

Sebagai ilustrasi, pembangunan yang akan tercapai adalah pembangunan jalan baru termasuk jalan perbatasan di Kalimantan, NTT dan Papua akan tercapai. Untuk jalan tol dari target 1.000 kilometer, saat ini sudah terbangun 782 kilometer dan tahun 2019 akan bertambah menjadi total 1.852 kilometer. Kemudian pembangunan Bendungan dari target 65 bendungan, saat ini progresnya yakni 55 on going dimana 14 bendungan diantaranya sudah selesai dan 10 bendungan akan dilelang tahun 2019 ini. Pembangunan 1 juta hektare jaringan irigasi baru dan ada yang sudah selesai rehabilitasi 3 juta hektare jaringan irigasi, akan tercapai.

BERITA TERKAIT

Koperasi Indonesia Diyakini Adaptif dengan Era Industri 4.0

Koperasi Indonesia Diyakini Adaptif dengan Era Industri 4.0 NERACA Purwokerto - Koperasi dituntut harus mampu beradaptasi dengan era industri 4.0.…

Bukukan Penjualan Rp 1,22 Triliun - Puradelta Optimis Target Jualan Tercapai

NERACA Cikarang - Pengembang kawasan industri terpadu Kota Deltamas, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) meyakini bakal melampaui target marketing sales…

BANGGAR DAN PEMERINTAH SEPAKATI TARGET PERTUMBUHAN 2020 - DPR Ingatkan Pemerintah Hati-hati Tarik Utang

Jakarta-Meski pemerintah dan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) menyepakati target pertumbuhan ekonomi 2020 berada di kisaran 5,2-5,5%, anggota…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

LG Kampanyekan Teknologi TrueSteam

  NERACA   Jakarta - PT. LG Electronics Indonesia (LG) bekerjasama dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Hermina Bekasi…

Masih Banyak Perusahaan Publik Tak Peduli HAM - Studi FIHRRST

      NERACA   Jakarta - The Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST), salah satu organisasi masyarakat…

Menkeu Proyeksi Defisit APBN Capai Rp310,8 Triliun

  NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 berpotensi…