Global Mediacom Rencanakan IPO Anak Usaha - Vivendi Investasi US$ 500 Juta

NERACA

Jakarta – Teka teki siapa yang berniat invetasi MNC Group, akhirnya terbuka juga informasi. PT Global Mediacom Tbk (BMTR) mengungkapkan, rencana Vivendi SA untuk masuk ke anak usaha BMTR melalui investasi ke PT MNC Vision Network akan terealisasi dalam waktu dekat. Pasalnya, rencana ini sudah masuk dalam tahap finalisasi.

Direktur BMTR, David Fernando Audy mengatakan, nilai investasi tersebut berkisar US$ 400 juta sampai US$ 500 juta atau hampir sebesar 50% atas saham PT MNC Vision Network. Lebih lanjut, investasi yang dilakukan akan berjalan secara pertahap. Untuk tahap pertama akan dilakukan sebesar 20% dari total transaksi. “Usai masuk nanti MNC Vision Network akan IPO. Lewat IPO ini kepemilikan bisa mencapai 50%,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, Vivendi SA perusahaan konglomerasi asal Prancis yang dimiliki oleh miliuner Vincent Bollore, lewat anak usahanya di bidang penyiaran Canal+ berencana membenamkan investasinya di dua unit anak usaha Global Mediacom. Dengan dana US$ 400 juta, Canal+ akan membeli membeli separuh dari perusahaan yang bergerak di layanan TV berbayar PT MNC Vision Network, serta unit internet berkecepatan tinggi.

Selain itu, Canal+ juga dikabarkan tengah menegosiasikan pembelian 10% saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) yang memiliki porsi besar di bisnis media Tanah Air. Sementara itu, Argyle Street sebuah perusahaan investasi yang berbasis di Hong Kong secara terpisah telah menyatakan niat untuk membeli 49% saham MNC Vision Networks. Perusahaan tersebut juga akan dikabarkan membeli 25% saham Global Mediacom dengan nilai sekitar US$ 550.

Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk mengakuisisi saham baru dalam penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) MNC Vision Networks yang akan dilakukan tahun depan. Sebagai informasi, MNC Vision Networks adalah pemegang saham terbesar PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY), salah satu penguasa bisnis televisi berbayar di Indonesia.

Analis Panin Sekuritas, William Hartanto pernah bilang, akuisisi oleh Vivendi membuat prospek saham MNC Group menjadi lebih menarik di mata investor. Namun dia juga meminta investor untuk mempertimbangkan kembali pembelian saham MNC Group menjelang tahun politik. Pasalnya, adanya keterlibatan pemilik ke dalam kegiatan politik secara langsung juga mampu mengubah pergerakan saham.

BERITA TERKAIT

Kapan Anak Perlu Ikut Bimbel?

  Menghadapi anak dengan banyak tugas sekolah, tak jarang membuat orangtua menjadi bingung. Bingung bagaimana menjelaskan pelajaran anak yang berbeda…

Pengembang Properti Masih Incar Bali Sebagai Lokasi Investasi

Pengembang Properti Masih Incar Bali Sebagai Lokasi Investasi NERACA Jakarta - Pengembang properti khususnya sub bidang hotel, vila, pusat belanja…

Honda akan Tarik Sekitar 1 Juta Kendaraan di AS dan Kanada

  Honda akan menarik dari peredaran sekitar 1 juta unit kendaraan di Amerika Serikat dan Kanada karena inflator kantong udara…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Targetkan 7000 Investor Baru di Solo

NERACA Solo - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Surakarta, Jawa Tengah menargetkan sebanyak 7.000 investor baru hingga akhir 2019 baik…

Sepekan, Kapitalisasi Bursa Tumbuh 0,99%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesis (BEI) mencatatkan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ketiga di bulan Maret…

Sepekan, Kapitalisasi Bursa Tumbuh 0,99%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesis (BEI) mencatatkan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ketiga di bulan Maret…