Reksa Dana Wakaf Ramaikan Pasar Modal - Ambil Alih RDPT Menara MUI

NERACA

Jakarta –Danai pembangunan menara Majelis Ulama Indonesia (MUI), lembaga MUI bekerjasama dengan Asia Raya Capital menerbitkan Asia Raya Syariah Dana Kas Wakaf MUI dengan target dana kelelolaan senilai Rp1 triliun. Reksa dana berbasis syariah ini akan mengambil alih reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) Tower MUI yang telah diterbitkan pada tahun 2017 silam. “Sebenarnya reksa dana biasa saja, tapi investornya dengan akad wakaf dan dana kelolaannya akan digunakan untuk mengambil alih RDPT Tower MUI,” kata Direktur Utama Asia Raya Kapital, Tri Agung Winantoro di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut Tri menjelaskan, jika hanya membeli RDPT perkantoran menara MUI maka dibutuhkan dana sebesar Rp300 miliar, sedangkan untuk membeli seluruh gedung butuh dana Rp900 miliar.“Jadi, kami harap reksa dana wakaf tahap pertama dapat mengumpulkan dana kelolaan Rp1 triliun dalam dua tahun,” ujarnya.

Dengan demikian, menara MUI tersebut akan menjadi milik lembaga wakaf MUI. Sebagai informasi, Asia Raya Kapital adalah manajer investasi yang mendapatkan pernyataan efektif untuk Reksa Dana (RD) Syariah Asia Raya Syariah Dana Kas Wakaf MUI. Dimana porsi mayoritas sahamnya dimiliki oleh mantan Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir, sisanya oleh tokoh ekonomi syariah Muhammad Syafii Antonio 10%, dan PT Berkah Makmur Nusantara 1%.

Per November 2018 kemarin, dana kelolaa reksa dana perusahaan mencapai Rp 1,57 triliun, tumbuh 191,9% dari posisi Rp 541,07 miliar pada akhir 2017. Dana kelolaan itu terdiri dari RD Asia Raya Saham Berkembang, RD Syariah Asia Raya Saham Unggulan Syariah, RD Syariah Asia Raya Syariah Berimbang Pemberdayaan Ekonomi Umat, RD Syariah Asia Raya Syariah Saham Barokah, dan RD Syariah Asia Raya Syariah Taktis Berimbang.

Reksa Dana (RD) Syariah Asia Raya Syariah Dana Kas Wakaf MUI adalah reksa dana pasar uang. Dimana masyarakat umum yang ingin mewakafkan hartanya untuk Menara MUI dapat mentransfer ke rekening Wakaf MUI dan akan langsung diinvestasikan ke RD tersebut dengan disertai bukti sertifikat wakaf.

Selain itu, bagi publik yang ingin berinvestasi ke reksa dana tersebut dapat membeli reksa dana yang sama dan dapat menyisihkan keuntungan dari investasinya untuk membantu pembangunan Menara MUI. Menara MUI adalah gedung yang baru dibangun di Jl Mabes Hankam Jakarta Timur, di belakang lingkungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan hampir menempel dengan Jalan Tol Cikunir.

Bangunan yang rencananya seluas 15.000 meter2 terdiri dari 20 lantai dan ditargetkan rampung sebelum Munas MUI 2020 dengan anggaran Rp 600 miliar. Peletakan batu pertama Menara MUI dilakukan sejak Juni 2018. Dari total tersebut, sebanyak 4-5 lantai akan dimanfaatkan menjadi kantor MUI, sisanya akan dijadikan kuliner halal, pusat bisnis syariah, dan perkantoran komersial.

BERITA TERKAIT

Dinilai Tidak Bersifat Material - Steadfast Tolak Gugatan Pailit Cable Source

NERACA Jakarta – Perusahaan galangan kapal, PT Steadfast Marine Tbk (KPAL) membantah dan menolak seluruh permohonan gugatan pailit yang diajukan…

Sukseskan Target SDGs - BEI Perkuat Kemitraan Antar Perusahaan

NERACA Jakarta - Dalam rangka menyukseskan kemitraan strategis antar perusahaan di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus terbuka…

Kantungi Pinjaman BCA Rp 624 Miliar - Dharma Satya Terus Perluas Pembangunan Pabrik

NERACA Jakarta – Musim kemarau yang berkepanjangan, ditambah kondisi harga komoditas yang masih lesu tidak menyurutkan recana PT Dharma Satya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penjualan Mobil Astra International Turun 6,7%

NERACA Jakarta – Bisnis otomotif yang masih lesu masih dirasakan PT Astra International Tbk (ASII). Dimana emiten produsen otomotif ini…

Bidik Pasar Millenials - Topping Offf Emerald Bintaro Tepat Waktu

NERACA Jakarta- Menyusul serah terima kunci apartemen A yang tepat waktu di tahun lalu, PT Jaya Real Property Tbk sebagai…

Laba Bersih Unilever Terkoreksi 24,37%

NERACA Jakarta – Pencapaian kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk di kuartal tiga tercatat negatif. Dimana perseroan dalam laporan keuangannya…