Pemprov Banten Sebut Kawasan Anyer Sudah Aman Dikunjungi

Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pariwisata menyatakan bahwa kawasan wisata di Pantai Anyer dan sekitarnya telah aman dikunjungi pasca tsunami yang melanda pada 22 Desember 2018. Saat ini Pemerintah Provinsi Banten, Kabupaten Serang dan Pandeglang bersama Kementerian Pariwisata berencana menggelar berbagai kegiatan promosi wisata.

Salah satu kegiatannya ialah mengajak komunitas peduli pariwisata, masyarakat sadar wisata, serta kalangan media untuk mengunjungi sejumlah objek wisata di kawasan Pantai Anyer dan sekitarnya. "Kita ingin memastikan bahwa Anyer dan sekitarnya aman untuk dikunjungi. Kami juga terus berkordinasi dengan BMKG jika ada sesuatu yang harus disampaikan kepada masyarakat terkait perkembangan Gunung Anak Krakatau dan juga gelombang laut," kata Kepala Bidang Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Banten Linda Rohyati Fatimah di Anyer, seperti yang dikutip dari Antara pada Selasa (12/2).

Linda lanjut mengatakan kalau saat ini sejumlah objek wisata di kawasan Pantai Anyer dan Pantai Carita sudah membuka pelayanan dengan normal. "Melalui kegiatan ini kami mengajak komunitas dan media berperan aktif dalam penyebarluasan informasi wisata Provinsi Banten. Apalagi paska terjadinya tsunami Selat Sunda akhir tahun lalu banyak keluhan datang dari pengelola hotel akibat sepinya pengunjung," kata Linda.

Sementara itu Corporate Legal Shanghyang Resort, Nadia Irene mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh Dinas Pariwisata Provinsi Banten yang diharapkan mampu memulihkan angka kunjungan wisatawan yang akan berkunjung ke kawasan Pantai Anyer dan sekitarnya. "Kami bersama PHRI dan juga Pemkab Serang terus menggagas sejumlah program untuk menarik wisatawan. Salah satunya yakni Festival Anyer yang juga akan digelar dalam waktu dekat ini," kata Nadia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyanti menargetkan sektor pariwisata di sepanjang pantai Banten bisa kembali pulih dalam waktu tiga bulan usai tsunami Selat Sunda menerjang. Hal itu ia katakan untuk merespons keluhan industri pariwisata yang mengalami kerugian usai wilayah itu diterjang bencana tsunami."Kemarin kita rapat dengan Pak Menpar (Arief Yahya) ketika kunjungan ke tempat dampak tsunami, kita targetkan tiga bulan sudah pulih," kata Eneng.

Guna mempercepat itu, Eneng menyampaikan pihaknya tengah menyiapkan berbagai strategi untuk merevitalisasi pariwisata agar menggeliat kembali. Pertama, Pemprov Banten akan melakukan pemulihan dari sisi sumber daya manusia (SDM) para pelaku industri pariwisata.

Hal itu bertujuan untuk mengurangi trauma bagi para pengusaha dan pekerja pariwisata usai bencana tsunami. "Kami di Januari pertengahan akan mengadakan rapat koordinasi untuk mempercepat tadi, dalam konteks recovery untuk SDM pegiat wisata," kata dia.

Kedua, Eneng menyatakan Pemprov Banten akan melakukan pemulihan destinasi berbagai tempat wisata. Saat ini pihaknya masih mengidentifikasi kerusakan bangunan dan fasilitas di objek wisata di kawasan pesisir pantai barat Banten. "Karena ini masih masa tanggap darurat sampai tanggal 9 Januari, kita harus tunggu sampai tanggap darurat usai. Untuk saat ini kami sedang mendata 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) wilayah (wisata) terdampak," kata dia. Langkah ketiga adalah pemulihan pemasaran. Tujuannya, agar masyarakat kembali menaruh kepercayaan untuk kembali berwisata ke pantai barat Banten.

Salah satu caranya, kata dia, pemerintah akan menggelar berbagai event besar yang direncanakan akan digelar pada bulan Februari-Maret 2019 mendatang. "Jadi kegiatan-kegiatan pemerintah, event atau pertemuan, bisa bertahap dilakukan di lokasi-lokasi terdampak, agar masyarakat bisa percaya kembali, dan industri pariwisatata kembali menggiatkan ekonominya," kata dia.

Di sisi lain, Eneng enggan membeberkan kerugian ekonomi yang dirasakan oleh industri pariwisata Banten akibat bencana tsunami ini. Ia hanya memastikan Pemprov Banten akan bekerja semaksimal mungkin untuk merevitalisasi sektor wisata di daerah tersebut. tsunami menerjang Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12) malam. Itu terjadi setelah kepundan Gunung Anak Krakatau seluas 64 hektare (ha) longsor ke Selat Sunda.

Akibatnya, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 31 Desember 2018, 437 orang meninggal dunia, 14.059 orang mengalami luka-luka, dan 33.721 orang mengungsi.

BERITA TERKAIT

Catatkan Penjualan Lahan 25,3 Hektar - DMAS Masih Mengandalkan Kawasan Industri

NERACA Jakarta – Kejar target penjualan, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) masih fokus mengembangkan kawasan industri. Apalagi, perseroan menerima permintaan lahan…

Percepat Pembangunan di Jabar - Pemprov Jabar Terbitkan Obligasi Daerah

NERACA Jakarta –Besaranya minat pemerintah daerah untuk menerbitkan obligasi daerah, terus bertambah. Kali ini, pemerintah provinsi Jawa Barat kembali menyampaikan…

Kawasan Industri Teluk Bintuni Ditargetkan Serap US$ 800 Juta

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mengakselerasi pengembangan kawasan industri di luar Jawa, salah satunya di Kawasan Industri Teluk Bintuni,…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

5 Wahana Permainan Wajib Coba di Trans Studio Mall Cibubur

Taman hiburan di dalam ruang Trans Studio Mall Cibubur sebentar lagi dibuka dan terbagi atas banyak zona, seperti Zona Lagoon,…

Pariwisata Sawahlunto di Tengah Industri Pertambangan

Penetapan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto sebagai Warisan Dunia UNESCO, diyakini berpengaruh positif terhadap sektor pariwisata di Provinsi Sumatera…

Seperempat Museum di RI Tak Layak

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Fitra Arda Ambas menyebut banyak museum di Indonesia masuk…