Tata Cahaya Baik, Aktivitas Lancar

NERACA

Tata cahaya merupakan elemen penting dalam rumah. Penataan yang apik, membuat setiap ruang tampil lebih indah dan berfungsi lebih efektif. Yang terbaik tentunya tata cahaya alami dengan memaksimalkan alam sekeliling kita. Cahaya digunakan untuk menerangi obyek agar tercipta suasana yang lebih indah dan eksotis. Mendesain tata cahaya cukup kompleks dengan banyaknya hal yang perlu dipertimbangkan, antara lain fungsi ruang, karakter bangunan, karakter pemilik, kegiatan penghuni, juga suasana yang ingin diciptakan.

Jika Shahnaz lebih menyukai tata cahaya alami, namun bila memang kondisi sekeliling rumah tidak memungkinkan untuk memaksimalkan cara yang sama, akhirnya kita pun harus memilih cahaya buatan. Meski buatan, Anda pun bisa memilih inovasi pilihan cahaya yang ramah lingkungan.

Cahaya buatan bisa digunakan sesuka hati dengan menggunakan dimmer. Intensitas cahaya dapat diatur sekehendak hati untuk memperoleh suasana yang sesuai mood. Ini agak berbeda dengan matahari. Intensitas dan “warna” sumber cahaya alami ini sangat tergantung lokasi dan waktu. Keputusan menggenai penggunaan cahaya apa pun yang Anda tetapkan, akan sangat berpengaruh terhadap segala aspek pada ruangan. Cahaya dan bayangan dapat membuat elemen dekoratif atau furniture terlihat lebih indah dan tentunya menjadi nyaman bagi aktivitas Anda. Namun Anda perlu sedikit hati-hati sebab pengaturan yang buruk akan membuat ruangan menjadi tidak nyaman untuk berkegiatan.

Secara umum, ada tiga tipe pencahayaan, yakni general lighting, task lighting, dan accent lighting.

General Lighting merupakan penerangan utama pada ruangan Tipe ini ditandai dengan penempatan lampu pada beberapa titik yang difungsikan untuk menerangi ruangan secara merata. Misalnya dengan menempatkan sebuah lampu berwatt besar pada bagian tengah plafon atau menempatkan beberapa sumber cahaya yang dinyalakan bersamaan. Untuk mewujudkannya, Anda cukup menempatkan sebuah lampu pada area tengah plafon rumah. Cara lain adalah dengan menempatkan beberapa lampu. Misalnya dengan menempatkan beberapa downlight dan spotlight pada plafon.

Task Lighting, sesuai namanya, tipe pencahayaan ini berfungsi umtuk memberi penerangan pada obyek yang spesifik. Misalnya, pada area meja dapur, area membaca, atau area menyetrika dan melipat pakaian. Tidak seperti general lighting, task lighting menyorotkan cahaya ke area tertentu. Di dapur, jenis pencahayaan ini biasa dipasang di bawah lemari dapur. Fungsinya untuk menerangi meja dapur dan membantu proses pengolahan makanan. Pada ruang baca, task lighting dipakai untuk menerangi area baca. Tipe ini juga dipakai untuk menerangi karya seni lukisan di dinding atau patung di rak pajangan. Sebagai penerangan yang menyorotkan cahaya pada area terbatas, task lighting dapat diujudkan melalui penggunaan spotlight, standing lamp atau desk lamp.

Accent Lighting adalah pencahayaan yang membangkitkan suasana dramatis. Fungsinya untuk menciptakan mood pada ruangan. Tipe pencahayaan ini dapat diperoleh dengan menempatkan lampu dinding, lampu track, atau rumah-rumah lampu yang memiliki bentuk dan arah sorot beraneka. Untuk menciptakan mood, accent lighting digunakan menerangi lukisan atau karya seni. Tipe pencahayaan ini juga diperoleh dengan menempatkan lampu pada lantai atau bagian bawah dinding. Agar tampilan cahaya yang keluar lebih fleksibel, dimmer ditambahkan untuk mengatur tingkat terang cahaya lampu.

Jadi, pilihlah tata cahaya yang sesuai dengan fungsi yang diinginkan. Selamat mencoba!

Related posts