Binus Center - Kembangkan Sayap Kolaborasi di Bidang Pendidikan

NERACA

Binus Center mengembangkan sayap kolaborasi di bidang pendidikan bersama dengan berbagai SMK terkemuka di Indonesia. Kegiatan ini merupakan jembatan antara Binus Center Vocational Training dengan dunia industri.

Di era globalisasi yang ketat dengan persaingan bisnis, keberhasilan suatu perusahaan sangat bergantung pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjalankan bisnis tersebut. Oleh karena itu, selain pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan formal, SDM yang berkualitas dan mampu bersaing dalam era tersebut harus memiliki nilai tambah berupa soft skills, hard skills, pengalaman serta komunitas/jaringan.

Berhubung dengan hal tersebut, Binus Center Vocational Training bersama CARE for the Nation dan PT. Tunas Sinergi Sejahtera menyelenggarakan kegiatan ”Grand Launching Binus Center Vocational Training” pada hari Kamis, 8 Maret 2012 lalu.

Dalam sambutannya, Board of Management Bina Nusantara Michael Wijaya Hadipoespito mengatakan, dalam rangka mendukung pencapaian visi dan misi Bina Nusantara di tahun 2020 yaitu menuju ”A World Class Knowledge Institution”, Bina Nusantara terus berbenah diri untuk turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Untuk itu, Bina Nusantara terus meningkatkan kualitas pendidikan. “Tidak hanya perbaikan dari segi akademik, tapi juga dukungan fasilitas yang menjadi penentu kualitas pendidikan di Bina Nusantara sesuai dengan tagline kami, People.Innovation.Excellence,” kata dia.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan SDM yang memiliki nilai kompetensi baik untuk mendukung kegiatan industri nasional dan internasional ke depan. Binus Center Vocational Training (BCVT) merupakan departemen baru di Binus Center yang didirikan pada tanggal 2 Januari 2012 dan beroperasi di Binus Center Kedoya.

"BCVT berfungsi menyelenggarakan pelatihan kejuruan bagi lulusan SMA/SMK, serta menyalurkan lulusan terbaiknya ke perusahaan rekanan BCVT. Program pelatihan di BCVT diramu dari pelatihan Soft Skills dan Hard Skills (Technical Competency), sehingga dapat mengatasi gap yang umumnya terjadi antara lulusan SMA/SMK saat masuk dalam dunia kerja," kata Michael.

Michael menambahkan, untuk Pelatihan Soft Skills, BCVT bekerja sama dengan Mr. James Gwee dalam program pelatihan Champion Teens Care for The Nation. Seluruh siswa BCVT wajib mengikuti 1 hari pelatihan yang berjudul “Be A Champion in Life“. Dalam pelatihan ini siswa akan belajar bagaimana dapat menjadi seorang yang sukses dengan karakter yang bertanggung jawab dan sanggup menghadapi tantangan.

“Mereka akan dibekali dengan keterampilan hidup yang sangat penting, yaitu membangun keyakinan dan kepercayaan diri bahwa mereka bisa sukses dalam bidang apapun yang mereka pilih, serta membangun mental juara sehingga mereka punya tujuan hidup yang jelas dan memiliki kekuatan untuk mencapainya," katanya.

Untuk pelatihan hard skills (technical competency), kata dia, BCVT bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan penyedia tenaga kerja di mana BCVT bekerja sama dengan perusahaan/perseorangan yang dapat membuatkan materi pelatihan kompetensi dasar (jika diperlukan), kemudian untuk pelatihan kompetensi khusus perusahaan akan menyediakan materi pelatihan, pengajar dan ujian/sertifikasi.

Ketentuan Pelatihan

Persyaratan calon siswa adalah harus sudah lulus SMA/SMK pada saat selesai pelatihan, sehingga dapat langsung disalurkan untuk bekerja. Calon siswa akan mengikuti tes seleksi terlebih dulu, bagi yang lulus tes seleksi akan mendapatkan jaminan untuk penyaluran kerja dan bantuan pendanaan dari perusahaan (bagi calon siswa dari keluarga yang kurang mampu).

Bagi siswa yang tidak lulus tes seleksi tetapi tetap ingin mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat pelatihan, diperbolehkan mengikuti pelatihan dan ujian sertifikasi, tetapi tidak mendapatkan jaminan penyaluran kerja dan tidak mendapatkan bantuan pendanaan.

Bantuan pendanaan dari perusahaan bagi calon siswa dari keluarga yang kurang mampu, akan dikembalikan oleh siswa dengan cara memotong gaji setiap bulannya sejumlah tertentu sampai bantuan tersebut lunas. Gaji minimum yang akan diperoleh minimum sama dengan upah minimum regional yang berlaku.

Dalam testimoninya, siswa SMA yang telah berhasil menekuni pekerjaan sebagai telesales, Denny Saputra mengatakan bahwa semua usahanya tidaklah sia-sia. Setelah melalui berbagai kesulitan, dia bisa mendapat penghasilan Rp 4,5 juta di bulan pertama bekerja. “Sampai sekarang pun kalau mengingat kembali momen tersebut saya masih suka merinding, karena dengan gaji pertama itu saya merasa jadi orang paling kaya se-Indonesia” ungkapnya.

Jurusan di BCVT

Jurusan yang ada di BCVT saat ini adalah Telesales, Operator Aplikasi Payroll, Operatorr Aplikasi Accounting dan IT Technical Support. Durasi pelatihan di BCVT ini berkisar antara 1-1,5 bulan. Biaya pelatihan BCVT berkisar antara Rp 1,5 - 2 juta. Biaya pendaftaran dan tes seleksi adalah Rp 20.000 per siswa untuk setiap jurusan. Tes seleksi untuk setiap jurusan berbeda-beda. Tempat pelatihan akan diselenggarakan di Universitas Binus kampus Anggrek/Syahdan/Kijang untuk materi yang bersifat teori/non komputer, dan di Binus Center Kedoya untuk materi yang bersifat praktek dengan menggunakan komputer.

Related posts