Cegah Perubahan Iklim dengan Atasi Obesitas dan Kurang Gizi

Perubahan iklim tak cuma membuat cuaca jadi tak menentu, tapi juga berhubungan erat dengan masalah gizi seperti obesitas dan kelaparan. Laporan internasional teranyar menyatakan pemerintah di setiap negara di seluruh dunia harus mengatasi masalah obesitas dan kekurangan gizi sembari menangani perubahan iklim.

Laporan yang baru saja dipublikasikan dalam jurnal Lancet pada Minggu (27/1) menyebutkan solusi yang harus dilakukan dengan cepat sebelum planet Bumi hancur akibat perubahan iklim. Solusi itu saling terkait dalam menangani obesitas, kurang gizi, dan perubahan iklim. Rekomendasi ini didapat berdasarkan hasil penelitian dari The Lancet Commission yang terdiri dari 43 ahli dari 14 negara.

Seperti diberitakan CNN, salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah pemerintah memberi perhatian lebih pada transportasi umum. Hal ini akan membuat masyarakat lebih nyaman sehingga dapat menjangkau pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan makanan.

Di saat yang bersamaan, kesadaran masyarakat untuk memilih menggunakan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi juga dapat mencegah masalah-masalah akibat perubahan iklim. Kebiasaan anyar itu membuat orang banyak bergerak dan dengan sendirinya membantu mencegah obesitas. Selain itu, kurangnya kendaraan pribadi juga berarti lebih sedikit gas rumah kaca yang berkontribusi pada perubahan iklim.

Rekomendasi lain yang bisa dilakukan adalah mengurangi subsidi pemerintah untuk daging sapi, susu, gula, jagung, beras, dan gandum. Laporan ini menyebut subsidi itu sebaliknya dialihkan ke pertanian berkelanjutan untuk mendapatkan makanan yang lebih sehat. Masyarakat juga berhak tahu setiap kebijakan yang dibuat untuk makanan tidak sehat.

Laporan ini juga menyarankan agar label nutrisi yang jelas tertera di setiap produk. Label itu mesti dilengkapi dengan informasi mengenai seberapa berkelanjutan produk tersebut, termasuk berapa banyak air dan karbon yang dibutuhkan untuk membuatnya. Investasi dalam energi berkelanjutan juga harus digalakkan. Energi berkelanjutan dapat mengurangi polusi udara yang menyebabkan perubahan iklim. Hal ini dapat membuat orang lebih mudah bernapas, yang berarti dapat berolahraga lebih banyak di ruang terbuka.

BERITA TERKAIT

Racun dalam Vape Ganggu Kekebalan Tubuh dan Picu Kanker

Rokok elektrik alias vape memicu kerusakan organ di dalam tubuh. Kandungan di dalam vape juga mengandung zat yang mengganggu sistem…

Ini Obat Alami untuk Panas Dalam

Panas dalam kerap dialami banyak orang, khususnya saat musim pancaroba. Serangan panas dalam sering digambarkan dengan kondisi tenggorokan yang panas,…

Mengulik Bahaya Minyak Curah yang Dilarang Pemerintah

Pemerintah melarang peredaran minyak curah terhitung sejak 1 Januari 2020 mendatang. Minyak curah yang beredar di pasaran dinilai berbahaya untuk…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Asosiasi Vape Minta Regulasi Atur Rokok Elektrik

Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) meminta pemerintah segera membuat regulasi yang mengatur vape atau rokok elektrik di Indonesia. "Kami mendorong…

Cara Efektif Turunkan Berat Badan untuk Hindari Obesitas

Menurunkan berat badan bisa menjadi tantangan besar bagi sejumlah orang. Namun, melakukan perubahan selangkah demi selangka pada gaya hidup, dapat…

Cara Ampuh untuk Atasi Insomnia

Insomnia merupakan gangguan tidur yang membuat seseorang terjaga tiap malam atau mudah terbangun malam dan sulit untuk kembali tidur. Efek…