Mitos Kaki Bayi Membentuk Huruf ”O”

NERACA

Perawatan bayi baru lahir selalu menjadi tantangan bagi setiap ibu, karena ini merupakan momen di mana mereka harus memberikan perhatian lebih dikarenakan kondisi bayi yang sangat sensitif.

Brand Manager Mamypoko Open, PT Unicharm Indonesia, Mrs. Irma Dwi Oktaviani mengatakatan, “kami memahami kebutuhan ibu untuk membuat bayi mereka yang berusia 0-40 hari selalu sehat dan senyaman mungkin. terutama untuk pemeliharaan kulit sensitif bayi yang baru lahir tetap kering dan lembut.”

Kebiasaan keluarga dari generasi ke generasi dan bahkan budaya terkadang memiliki pengaruh signifikan dalam keputusan ibu selama perawatan bayinya yang baru lahir. menurut dr. Rosalina Dewi Roeslani Sp. A (K), dokter spesialis anak dari Divisi Perinatologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), kebiasaan ini muncul karena alasan tertentu, namun beberapa tindakan memang harus dikonfirmasikan secara terus menerus kepada ibu dan masyarakat.

”Bayi baru lahir sangat sensitif terhadap penyakit, oleh karena itu penanganan yang tepat sangat diperlukan,” Dr. Rosalina menjelaskan contoh seperti penggunaan kain lipat tradisional (gurita) sebenarnya menimbulkan kesulitan bagi bayi karena saat usia dini masih bergantung pada pernapasan perut dibandingkan dengan pernapasan dada.

Perlindungan tubuh bayi dengan selimut (bedong) juga menjadi perhatian, oleh karena itu akan membuat bayi sulit mencoba menggerakkan tangan mereka secara alami dan dapat mengganggu syaraf motorik.

Hal yang perlu dikonfirmasikan lainnya adalah kekhawatiran ibu tentang isu bentuk kaki melingkar (huruf O). Dr. Rosalina menekankan, ”kecuali si bayi memiliki kelainan genetis, bow leg atau kaki seperti katak adalah normal. Setelah bayi mulai berjalan atau sekitar dua tahun, kaki kanan secara otomatis lurus. Jadi popok sekali pakai atau pemakaian bahan lain tidak akan menyebabkan kelainan pada kaki bayi.”

Bagaimanapun juga, Rosalina mengingatkan ibu untuk selalu awas dan tidak memperbolehkan bayi menggunakan popok sekali pakai seharian tanpa diganti. Ibu harus tahu kapan bayi mereka perlu untuk diganti popoknya, karena setiap bayi memiliki jangka waktu yang berbeda. Respon cepat untuk mengganti popok sekali pakai akan menghindarkan kulit bayi dari iritasi.

Berdasarkan pengalaman Melani Putria, yang merupakan seorang ibu dan selebriti yang juga bergabung dalam talk show, setiap ibu harus terlibat penuh dalam perawatan bayi yang baru lahir. Menurut dia, setiap ibu harus mengerti betapa pentingnya memiliki ikatan yang kuat dengan anak mereka, terutama pada usia awal.

Ibu adalah yang paling memahami kondisi bayinya, pastinya mengetahui apa yang terbaik bagi bayinya tersebut, termasuk dalam memilih popok sekali pakai yang benar yaitu sesuai dengan ukuran bayi yang baru lahir dan memiliki teknologi daya serap yang tinggi.

Related posts