Wilton Resources Pengedali Saham SQMI

Pasca digelarnya penerbitan saham baru atau rights issue PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI), kini komposisi kepemilikan saham perseroan telah berubah. Dimana Wilton Resources Holding Ltd (WRH) Singapura menjadi pemegang saham pengendali (PSP) baru setelah perusahaan tercatat di bursa efek Singapura itu menyerap 15,064 miliar dengan Rp250 per saham penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue SQMI.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, WRH menguasai 96,95% saham SQMI, sedangkan sebelumnya PSP emiten tambang mineral itu adalah Renuka Energy Resources Holding sebesar 80%. Dengan perubahan PSP tersebut, kegiatan usaha utama SQMI meliputi investasi, perdagangan besar, perdagangan ekspor dan pertambangan di Indonesia. Pengendalian ini akan menjadikan Grup Wilton menjadi suatu perusahaan yang lebih besar yang memiliki kegiatan usaha yang beragam.

Direktur Independen Renuka Coalindo, Irwan Darmawan pernah bilang, SQMI tetap berkomitmen menjadi perusahaan publik, meskipun jika setelah rights issue kepemilikan saham investor masyarakat berkurang di bawah ketentuan 7,5%. Oleh karena itu, sampai batas waktu 2 tahun perseroan akan melakukan pelepasan saham kembali ke publik. Sementara itu, jelang penutupan perdagangan sesi pertama kemarin, SQMI tidak mengalami perubahan harga dengan nilai transaksi Rp12,6 miliar.

BERITA TERKAIT

MICE Bagikan Dividen Rp 10 Per Saham

NERACA Jakarta – Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Multi Indocitra Tbk (MICE) memutuskan untuk membagikan dividen kepada…

Trans Power Bagi Dividen Rp 26,6 Per Saham

NERACA Jakarta – Sukses mencetak pencapaian kinerja keuangan yang apik sepanjang tahun lalu, mendorong PT Trans Power Marine Tbk (TPMA)…

Danai Belanja Modal - Bima Sakti Lepas 625 Juta Saham Ke Publik

NERACA Jakarta – Di saat bisnis properti masih tertekan, rupanya belum menyurutkan rencana PT Bima Sakti Pertiwi untuk go public.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…