Mengikuti MU, Persib Siap Lepas 45% Saham Ke Publik - Berniat Masuk Pasar Modal di Akhir Tahun 2012

Neraca

Jakarta – Besarnya biaya untuk menghidupkan klub sepakbola, mungkin menjadi alasan rencana klub sepakbola asal Bandung Persib (Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung) untuk masuk ke industri pasar modal melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di pasar modal.

Direktur Promosi dan Marketing Persib Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, rencana masuk ke industri pasar modal sudah matang. Bahkan dia menyakini, rencana tersebut akan disambut pelaku pasar dengan alasan memiliki 5,3 juta orang fans."Kita sangat yakin (saham laku). Karena menurut survei 2011 menunjukkan jumlah bobotoh Persib di Jakarta, Bandung, Surabaya dan 19 kota lainnya mencapai 5,3 juta orang,"katanya di Jakarta, Selasa (13/3).

Dia mengatakan, apabila 1% saja dari jumlah tersebut membeli saham Persib, maka akan sangat besar potensi dana yang didapat Persib. Saat ini sudah ada perusahaan sekuritas yang dijajaki oleh Persib untuk IPO yang rencananya melepas 45% saham ke pasar modal. "Sudah ada beberapa underwriter yang memberikan paparannya kepada pemegang saham," jelas Farhan.

Meski begitu, belum semua pemegang saham Persib menyetujui rencana IPO tersebut. Saat ini 70% saham Persib dipegang oleh PT Surya Eka Perkasa milik Glen Sugita mantan atlet tenis Jawa Barat. Sedangkan 30% sisanya dipegang oleh 5 individu tokoh asal Jawa Barat.

Rencananya dana hasil IPO akan digunakan untuk membangun mess dan tempat latihan berstandar AFC. Ini penting karena banyak pemain kelas dunia yang mensyaratkan hal ini, demikian juga pelatih-pelatih kelas dunia ingin mess dan tempat latihan yang standar.

Kata Farhan, rencana untuk IPO akan dilakukan pada 6 sampai 12 bulan kedepan. "Insya Allah antara 6-12 bulan ke depan kita go public atau IPO (Initial Pubic Offering). Saat ini baru pengumumannya bahwa kita mau memulai menuju IPO," jelas Farhan.

MU Masuk Pasar Modal

Asal tahu saja, industri sepak bola masuk ke pasar modal bukan suatu yang asing. Pasalnya, di Inggris klub raksasa Liga Utama Inggris, Manchester United juga melepas sahamnya 30% di Singapur Exchange di akhir tahun 2011.

Dalam penawaran saham perdana tersebut, MU mengincar dana sebesar US$ 1 miliar. Ini berarti, total valuasi untuk MU lebih dari US$ 3 miliar. Credit Suisse Group ditunjuk sebagai penjamin emisi atau underwriter global tunggal. Selain itu, MU juga sedang menyeleksi beberapa perusahaan untuk menjadi investor dalam IPO ini, salah satunya Temasek.

Klub yang pernah tercatat di London Stock Exchange (LSE) sebagai Manchester United PLC ini, awalnya direncanakan untuk mencatatkan sahamnya di Hang Seng, Hong Kong. Tujuan dilaksanakannya IPO ini agar MU dapat mencari cara untuk membayar utang klub yang mencapai US$ 1,8 miliar, mengumpulkan uang untuk eskpansi bisnis, serta mendapatkan pemain berkualitas.

Sebelumnya, MU melakukan delisting dari bursa London pada 2005 lalu, setelah pengusaha Amerika Serikat keturunan Yahudi, Malcolm Glazer, membeli klub tersebut. Berdasarkan peringkat oleh Majalah Forbes di awal tahun ini, nilai aset MU sebesar US$ 1,86 miliar, salah satu yang terbesar di dunia untuk sebuah klub sepakbola.

Beberapa analis pasar modal mengatakan, MU telah memilih untuk mencatatkan sahamnya di Asia karena popularitas klub berjuluk setan merah tersebut berjumlah 190 juta penggemar, dari total 300 juta penggemar di seluruh dunia. (bani)

Related posts