Banyak Kontrak Baru, Laba PTPP Capai Rp 240,2 Miliar di 2011

Neraca

Jakarta - PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 19,13% menjadi Rp240,22 miliar pada 2011 dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp201,64 miliar.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang disampaikan Selasa (13/3). Disebutkan, kenaikan laba bersih ini ditopang dari kenaikan pendapatan usaha perseroan menjadi Rp6,23 triliun pada 2011 dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,40 triliun.

Laba kotor perseroan naik dari Rp417,99 miliar pada 2010 menjadi Rp705,76 miliar pada 2011. Laba usaha naik dari Rp392,19 miliar pada 2010 menjadi Rp654,94 miliar pada 2011. Aset perseroan naik dari Rp5,44 triliun pada 2010 menjadi Rp6,93 triliun pada 2011. Kas dan setara kas perseroan naik dari Rp959,60 miliar pada 2010 menjadi Rp1,30 triliun pada 2011.

Sebelumnya, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sebesar Rp8,7 triliun atau meningkat 40% pada tahun ini, dibandingkan dengan proyeksi 2011 sekitar Rp8,4 triliun. Dengan pencapaian pendapatan ini diperkirakan akan mendongkrak laba bersih sekitar 28,34% menjadi Rp308 miliar pada 2012.

Direktur Utama PTPP Bambang Triwibowo pernah bilang, pencapaian ini ditopang oleh empat pilar bisnisnya, yakni konstruksi, properti, EPC dan investasi. "Untuk menghasilkan pertumbuhan yang berkesinambungan, PP selalu menerapkan program inovasi dan efisiensi," katanya.

Menurutnya, salah satu inovasi adalah program green di mana PTPP merupakan kontraktor pertama di Indonesia yang menerapkan konsep Green Contractor, sehingga dipercaya untuk membangun sejumlah gedung dengan konsep Green Building, di antaranya Kedutaan Singapura, Kedutaan Austria, FSIP UIN Syarief Hidayatullah, gedung Kementerian Pekerjaan Umum dan kantor pusat Jasa Marga."Bahkan saat ini, kita sudah kembangkan pada paket design & build untuk Green Building," ungkapnya.

Ditambahkannya untuk mendukung pengembangan bisnis dan investasi, perseroan berencana menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp437 miliar yang berasal dari kas perusahaan serta sisa dana IPO dan pinjaman bank.

Perseroan menargetkan order book tahun ini sebesar 27 Triliun yang terdiri dari sisa kontrak tahun lalu (carry over) Rp 10,1 triliun dan kontrak baru Rp 16,9 Triliun. Target kontrak baru ini meningkat 39,6% bila dibandingkan perolehan kontrak baru tahun lalu sebesar Rp 12,1 Triliun. (bani)

Related posts