Subsidi BBM Bisa Bengkak Rp178 T

Tanpa Kenaikan Harga

Subsidi BBM Bisa Bengkak Rp178 T

Jakarta----Pemerintah mengungkapkan subsidi BBM bisa membengkak hingga Rp178,62 triliun pada APBN-P 2012. Karena itu, kenaikan harga BBM sebesar Rp1.500 per liter mulai 1 April 2012 bisa menekan subsidi hingga mencapai Rp137,38 triliun. "Namun, tanpa kenaikan, subsidi BBM bisa melonjak menjadi Rp178,62 triliun," kata Menteri ESDM Jero Wacik di Jakarta, 13/3

Angka subsidi tersebut dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) 105 dolar AS per barel, kurs Rp9.000 per dolar AS, dan kuota BBM 40 juta kiloliter.

Menurut Wacik, kuota BBM sebesar 40 juta kiloliter memang sulit tercapai dan bakal terlewati. "Namun, angka itu sudah diajukan, sehingga akan kami kejar. Nanti, kita lihat lagi di September-Oktober 2012," ujarnya.

Lebih jauh kata Wacik, dirinya akan menyampaikan ke DPR kalau kuota BBM bersubsidi terlewati. Pemerintah akan tetap melaksanakan program pengaturan pemakaian bahan bakar minyak bersubsidi pada 2012 untuk menekan konsumsi 40 juta kiloliter. Program pengaturan pemakaian BBM subsidi yang dilakukan antara lain pada kendaraan pemerintah pusat dan daerah, BUMN dan BUMD.

Wacik berharap kenaikan harga BBM ini tak berlarut-larut. Sehingga tak menimbulkan polemic. “Pada 1 April diharapkan segera diberlakukan, semoga pembahasan di DPR pada akhir bulan selesai. Karena kalau berlarut-larut rugi negara kita, tidak baik bagi rakyat kita," ucapnya

Namun yang pasti, lanjut Wacik, kenaikan harga BBM ini pun tetap memberikan kompensasi kepada rakyat yang memang berhak mendapat subsidi dan terdampak langsung terhadap kenaikan BBM. "Ada kompensasinya, pemerintah akan berikan BLSM (selama 9 (sembilan) bulan sebesar Rp 150.000/bulan, ada bazar murah dari CSR BUMN, ada penambahan jumlah, waktu pemberian beras masyarakat miskin, subsidi pendidikan, subsidi transportasi umum," tandas Jero.

Lalu, pengurangan pemakaian BBM subsidi di daerah elit dan jalan tol, pelaksanaan hari tanpa penjualan BBM bersubsidi pada waktu dan daerah tertentu, pemanfaatan bahan bakar gas, peningkatan pengawasan, dan pemberlakuan Peraturan Presiden No 15 Tahun 2012.

Berdasarkan catatan PT Pertamina (Persero), konsumsi BBM pada Januari-Februari 2012 mencapai 12 persen di atas realisasi konsumsi pada periode yang sama tahun lalu. Realisasi penyaluran BBM selama dua bulan pertama 2012 mencapai 7,02 juta kiloliter atau 18,79% dari kuota Pertamina dalam APBN 2012.

Angka realisasi tersebut lebih tinggi 755.000 kiloliter atau 12 persen dari periode yang sama tahun lalu yaitu 6,26 juta kiloliter. Lonjakan konsumsi tertinggi terjadi pada premium mencapai 14 persen, yaitu dari 3,81 juta menjadi 4,35 juta kiloliter. Sedang solar, terealisasi 2,4 juta kiloliter atau lebih tinggi 12 persen dibandingkan dua bulan pertama 2012.

Sementara, kecenderungan konsumsi bulanan pada premium dan solar mengalami kenaikan konsumsi pada Januari dibandingkan Februari 2012. Pada Januari, kenaikan konsumsi premium 12% dan solar 9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2011. **mohar

Related posts