Pemilihan OJK Terkesan “Dirancang”

NERACA

Jakarta - Panitia Seleksi Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (Pansel DK OJK) dinilai tidak transparan dalam melakukan seleksi calon anggota OJK ini. Bahkan terkesan pemilihan ini sudah “dirancang” sedemikian rupa. "By design-lah. Karena awalnya saja ketika pansel ditunjuk, terdiri dari Menkeu, Gubernur BI, Pejabat BUMN dan katanya wakil masyarakat di pasar modal serta bank ternyata itu sudah jelas. Nantinya yang menduduki adalah wakil mereka semua dari Kementerian Keuangan, BI dan BUMN itu sudah pasti masuk," kata ekonom Yanuar Rizki kepada wartawan di Jakarta,13/3

Lebih jauh Yanuar meminta agar pemilihan ini menghasilkan kandidat yang memiliki integritas, independensi dan pengalaman sebaiknya masyarakat ikut menentukan. "Dan ternyata hanya mereka-lah di Pansel yang tahu. Setidaknya biarkan masyarakat yang ikut memilih dan mengerti apa isi dari kriterianya," ujarnya

Dari 100 calon lebih yang mendaftar dan dipangkas menjadi sampai 37 orang ternyata banyak yang bingung mengapa si pendaftar tidak mengetahui alasan dari Pansel soal pendaftara yang dicoret. "Seharusnya diumumkan, setidaknya kepada pribadi calonnya. Apa salahnya dan mengapa tidak masuk dan tidak lolos ke tahapan berikutnya," jelasnya

Yanuar berani bertaruh nama-nama calon yang akan dikirimkan ke Presiden nantinya memang bisa dibilang 'orangnya' Menkeu, BI dan BUMN. "Kita lihatlah nantinya. Calon dari BI, Menkeu dan BUMN pasti masuk semua dan terpilih," imbuhnya

Seperti diketahui Menkeu Agus Marto tidak pernah menyampaikan apa saja kriteria yang dipilih nantinya oleh Pansel. Menkeu merahasikan kriteria calon Dewan Komisioner OJK yang akan dipilih. Agus bersama anggota Pansel DK OJK memiliki perhitungan sendiri. "Kriteria ada. Putra-putri Indonesia banyak yang baik tapi untuk kelola sektor yang begitu strategis termasuk fiskal dan moneter itu tidak mudah di era global seperti sekarang. Kriteria itu tidak bisa kita ungkapkan," kata Agus

Sampai pada akhirnya pejabat KPK Chandra Hamzah tidak juga lolos karena alasan kesehatan. Agus Marto juga tidak menyampaikan alasan-alasan tersebut. **cahyo

Related posts