Bekasi Fajar Targetkan Penjualan Rp 500 Miliar Tahun Ini - Siap Melantai di Bulan April

Neraca

Jakarta - Perusahaan swasta nasional yang bergerak di pengembang kawasan industri, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk, menargetkan penjualan tahun ini bisa mencapai lebih dari Rp 500 miliar. Hingga September 2011, penjualan perseroan sebesar Rp 351 miliar, sedangkan target penjualan sampai akhir 2011 diperkirakan mencapai Rp 420 miliar.

Menurut Sekretaris Perusahaan Bekasi Fajar, Khrisna Daswara, luas lahan yang dimiliki perseroan saat ini mencapai 816 hektar (ha). Dari areal tersebut, Bekasi Fajar bisa menjual lahan seluas 500 ha. Selain itu, perusahaan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 50 miliar pada tahun ini.“Dana capex tersebut berasal dari dana operasional perseroan yang akan digunakan untuk perluasan lahan,"kata Khrisna di Jakarta, Selasa (13/3).

Perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha pembangunan dan pengelolaan kawasan industri ini mengaku jika pembeli lahan saat ini didominasi oleh investor asing. Pembeli atau investor asing tersebut berasal dari Jepang dan Korea. "Didominasi investor asing yang berasal dari Korea dan Jepang. Investor Jepang nomor satu," tambahnya.

Hingga 30 Maret 2011, Bekasi Fajar setidaknya memiliki 10 perusahaan penghuni dari kawasan industri tersebut. Perusahaan tersebut antara lain PT Toyota Astra, PT Denso, PT JX Nippon Oil and Energy, PT Hitachi, PT Astra International Tbk, PT Fumisa, PT Lumbung Nasional Flour Mills, PT Astra Daihatsu Motor, PT Kabaya Indonesia, dan PT Nutrifood Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Bekasi Fajar berencana mendaftar di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 April 2012 mendatang. Perseroan ingin melepas maksimal 1,765 miliar lembar saham ke publik atau 20,14% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Harga penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) yang ditetapkan berkisar antara Rp 160-185 per saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100 per saham. Berperan sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) adalah PT Ciptadana Securities.

Perseroan menargetkan memperoleh dana sebesar Rp 225 miliar dari hasil IPO tersebut. Alokasi penyerapan dana untuk akuisisi lahan baru yang strategis, termasuk pengurusan periizinan terkait. Lokasi lahan baru yang dibidik di Cikarang Barat, Jawa Barat. Sementara sisanya akan digunakan perseroan untuk penambahan atau perolehan membeli lahan baru di tempat yang sama. "Landbank milik Bekasi Fajar seluas 816 hektare di Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat," kata Khrisna.

Masa penawaran umum direncanakan akan berlangsung pada 2-3 April mendatang dan akan dicatatkan di BEI pada 10 April 2012. Lebih lanjut Khrisna mengatakan, bisnis kawasan industri dalam beberapa tahun ke depan diyakini masih cerah. Terutama, didukung proyeksi pertumbuhan ekonomi dan naiknya investment grade.

Selain itu, Direktur Utama Ciptadana Securities, Budiman Tanja mengaku optimistis jika saham Bekasi Fajar diminati investor karena naiknya permintaan terhadap lahan industri. "Permintaan lahan, terutama untuk mengembangkan dan membangun pabrik," ujar dia.

Perseroan tercatat merupakan bagian dari kelompok usaha Argo Manunggal Grup dan didirikan pada 1989 silam. Bekasi Fajar juga telah membentuk anak usaha PT Megalopolis Manunggal Industrial Developments. Perusahaan yang juga bergerak di bisnis kawasan industri merupakan hasil patungan dengan perusahaan asal Jepang, Marubeni Corporation. Lokasi kawasan industri di Cikarang Barat (Cibitung), dengan nama Kota Industri MM2100. [ardi]

Related posts