Filosofi Rumah Ala Shahnaz Haque

NERACA

Berbicara mengenai rumah bersama selebriti Shahnaz Natasya Haque menjadi sesuatu yang menyenangkan. Pembawa acara “Tupperware : She Can” ini mengerti betul konsep rumah yang benar-benar diinginkannya. Latar belakang pendidikan Teknik Sipil di Universitas Indonesia, benar-benar diaplikasikan saat ia membangun maupun merenovasi rumah.

“Jadi, rumah apapun bentuknya, bisa saya sulap sesuai dengan keinginan saya,” jelas perempuan yang akrab dipanggil Shahnaz ini.

Baginya, rumah terdiri dari tiga filosofi. Yang pertama, rumah sebagai tempat tinggal yang nyaman bagi penghuninya.

“Logikanya, setelah para penghuni rumah pulang dari kegiatan masing-masing, tentunya ingin segera beristirahat. Karena itu, jadikan rumah sebagai tempat yang betul-betul cozy dan bukan laksana penjara,” tutur Shahnaz yang dihubungi oleh Neraca beberapa waktu lalu. Istri musisi Gilang Ramadhan ini mencontohkan sebuah rumah yang laksana “penjara”, khususnya bagi anak-anak.

“Misalnya, Anda mempunyai anak kecil. Lalu Anda menghiasi rumah dengan aneka perabotan kristal maupun barang yang mudah pecah. Otomatis ruang gerak si Anak jadi terganggu karena Anda akan melarangnya berbuat ini dan itu. Inilah yang saya sebut rumah laksana penjara,” jelas ibu dari tiga orang putri ini. Karenanya, buatlah rumah Anda sesuai dengan kebutuhan dengan memperhatikan kondisi penghuninya.

Yang kedua adalah tampilan rumah secara fisik. Shahnaz menyukai rumah dengan sirkulasi udara yang baik serta tata cahaya yang cukup terang. Motivasinya, ia bisa menghemat energi listrik lebih banyak.

“Saya selalu berupaya membangun rumah yang eco-friendly sebab lebih sehat bagi penghuninya, yakni saya, gilang dan anak-anak,” jelas perempuan kelahiran Jakarta, 1 September 1972 ini. Pertimbangan membuat rumah eco-friendly bukan hanya untuk sekarang melainkan bagi kelangsungan hidup ke depan.

Dan yang ketiga adalah tampilan kamar mandi. Mungkin bagi sebagian orang, kamar mandi bukanlah ruang yang konsepnya perlu dipikirkan masak-masak. Namun hal ini berbeda untuk Shahnaz.

“Menurut saya, kamar mandi merupakan 'kepribadian' dari sebuah rumah. Jika kamar mandinya tidak layak atau jorok, semua ruangan lain jadi tidak ada istimewanya. Karena itu saya benar-benar mengkonsep kamar mandi dengan baik, menarik dan tingkatan 'advance'nya harus lucu. Jadi kita bisa betah berlama-lama di area ini,” ujarnya. None Jakarta Tahun 1993 ini menambahkan, kamar mandi yang baik, bersih, menarik dan lucu juga akan menambah nilai plus bagi tamu yang bertandang.

Sebenarnya, selain kamar mandi, ada satu ruang lagi yang perlu diperhatikan konsepnya. Ruangan tersebut adalah kamar tidur. “Meski area ini tidak akan dimasuki tamu, namun dengan konsep yang bagus maka ruang tidur akan sangat dirindukan ketika seharian beraktivitas di luar rumah,” tutur Shahnaz lagi.

Konsep Eco-friendly

Seperti yang telah dijelaskan, Shahnaz memilih rumah dengan konsep eco-friendly yang kuat, terutama keleluasaan sirkulasi udara dan banyaknya cahaya yang masuk sehingga bisa menghemat pemakaian listrik untuk menyalakan AC maupun lampu bagi penerangan. Selain itu, Shahnaz juga mengubah rumahnya sedemikian rupa agar bisa benar-benar ramah lingkungan, termasuk penghematan air.

“Saya mempraktikkan ilmu saya di spesialisasi Teknik Penyehatan & Lingkungan dengan menggunakan air yang bisa dipakai kembali. Contoh kecilnya, air untuk mencuci tangan di washtafel bisa digunakan kembali untuk 'flush' atau menyiram toilet. Atau air untuk berwudhu, bisa disalurkan untuk menyiram tanaman. Ini konsep eco-friendly tentang air yang juga saya terapkan di rumah,” ungkapnya.

Bagaimana membuat rumah yang eco-friendly tersebut, tentunya perlu pematangan konsep dan ilmu yang benar. Dalam menghemat air, kuncinya ada pada jalur pipa serta penampungan air sementara sebelum air disalurkan lagi (water treatment). “Jadi memang harus mengerti betul bagaimana saluran pipanya, pembuangan air ini bisa digunakan lagi untuk apa, seluruhnya perlu perencanaan masak-masak,” ujar Shahnaz.

Selain itu yang juga perlu diperhatikan penataan taman yang baik dan bagus. “Tapi kalau soal berkebun dan taman, Gilang jagonya, hehehe, saya lebih ke teknik bangun dan renovasi rumahnya,” jelas Shahnaz jujur.

Baginya taman sederhana dengan banyak tanaman hijau serta bunga sudah cukup. “Kalau soal nyaman, saya cukup duduk di pojokan dengan penerangan dan udara cukup serta buku bacaan, sudah enaknya luar biasa,” tukas perempuan cantik yang dipercaya penuh oleh keluarga dalam soal konsep rumah.

"Anda yang tertarik untuk membuat rumah eco-friendly, ada baiknya bertanya pada orang yang ahli di bidang pengembangan rumah agar tidak salah dalam aplikasinya," demikian saran Shahnaz Haque.

Related posts