Indonesia-Singapura Optimalkan Ekonomi Kawasan

NERACA

Bogor---Indonesia dan Singapura sepakat meningkatkan ekonomi kawasan yang kuat sebagai fondasi peningkatan kerja sama di Asia Tenggara. Sehingga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di masing-masing negara. "Satu hal disetujui, kawasan Asia Tenggara atau ASEAN, ekonomi tumbuh dengan baik. Punya peluang besar dengan meningkatnya pertumbuhan dengan baik. Asia Tenggara kuat jangan sia-siakan momentum peluang," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Bogor.

Lebih jauh kata Presiden, selama ini telah ada kerja sama Brunei-Indonesia-Malaysia-Filipina (BIMP-EAGA) dan juga kerja sama Singapura-Johor-Riau (Sijori) yang perlu dikembangkan dan direvitalisasi sehingga meningkatkan perekonomian di kawasan maupun di masing-masing negara. "Sejauh ini sudah lama tidak kita bicarakan. Ekonomi Indonesia baik, Singapura dan Malaysia juga baik, ada punya potensi untuk disatukan. Ini bagian (yang dibicarakan-red) dari pertemuan tadi," kata Presiden.

Kepala Negara menambahkan satu hal yang penting adalah kokohnya kerja sama antara negara ASEAN dan juga kokohnya kerja sama bilateral antarnegara ASEAN. "Saya mengharapkan ini menjadi jembatan untuk meningkatkan kerja sama kedua negara ke depan," kata Presiden.

Dikatakan Presiden SBY, pembicaraan Singapura dan Indonesia pada prinsipnya memiliki kemajuan dan lebih berhasil di masa depan, kerja sama ekonomi semakin kuat di bidang perdagangan dan investasi, Indonesia berharap kemajuan di kedua negara bisa digunakan untuk modal bagi kerja sama yang lebih baik,” tuturnya

Lebih lanjut Kepala Negara berharap pertemuan konsultasi kerja sama kedua negara yang sebelumnya dilakukan di Singapura dan tahun ini di Istana Bogor dapat mendorong peningkatan kerja sama kedua negara dan memiliki semangat yang serupa dengan pertemuan penting lainnya yang pernah diselenggarakan di Istana Bogor.

Sementara itu PM Singapura Lee Hsien Loong dalam kata pengantarnya mengatakan sangat menghargai upaya pemerintah Indonesia dan juga menilai bahwa kerja sama ekonomi antar kedua negara juga sangat penting.

Sebelum melakukan pembicaraan bilateral antara delegasi kedua negara, Presiden Yudhoyono dan PM Hsien melakukan pertemuan empat mata membicarakan perkembangan kerja sama bilateral, kondisi kawasan dam juga global.

PM Lee Hsien Loong didampingi oleh sejumlah menteri dan pejabat antara lain Menteri Perdagangan Lim Hng Kiang, Menteri Pertahanan Ng Eng Hen, Menteri Luar Negeri K. Shanmugam, Menteri Kesehatan Gan Kim Yong, Menteri Pembangunan Chan Chun Sing dan Menteri Negara (Penerangan, Perhubungan dan Kesenian merangkap Sekitaran dan Sumber Air) Grace Fu.

Sementara itu , Presiden Yudhoyono didampingi oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menlu Marty Natalegawa, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo dan sejumlah pejabat lainnya. **cahyo

Related posts