Power Bank Teknologi Atom Cell Bakal Populer di Masa Mendatang

Kebutuhan akan smartphone saat ini sudah semakin meningkat. Bahkan, orang-orang sekarang ini menggunakan handset tersebut dari pagi hari hingga malam hari.

Ponsel digunakan untuk bekerja, mengerjakan tugas, berselancar internet, atau sekedar hiburan. Banyaknya aktivitas pada ponsel ini juga membuat daya baterai ponsel cepat habis. Maka dari itu kebutuhan akan power bank sangat dibutuhkan, power bank pun banyak varian. Tekhnologi teranyar, tekhnologi Atom Cell.

Kehadiran teknologi Atom Cell membawa gebrakan baru di industri power bank. Kemampuannya sendiri mampu menyediakan daya yang cukup besar pada perangkat power bank berukuran mungil.

Brand lokal ACMIC, sebagai pelopor power bank premium dengan teknologi Atom Cell optimistis teknologi ini akan menjadi populet ke depannya. “Karena masyarakat cari power bank yang ukurannya kecil namun kapasitasnya besar, maka kami optimis ini akan jadi tren ke depan,” ungkap CEO PT Satu Pro Global Niaga, Heri Hertanto.

Heri mengatakan dengan teknologi tersebut produsen mampu mengkompres ukuran body power bank dengan menghilangkan komponen-komponen yang tidak terlalu dibutuhkan.

Sehingga, hal ini membuat ukuran power bank menurun hingga 30 persen tanpa menghilangkan kapasitasnya.

Atom Cell sendiri disematkan pada seri terbaru ACMIC, yaitu ACMIC D10 dan C5. Dengan masing-masing mempunyai kapasitas 10.000mAh dan 5.000mAh.

Ukurannya pun tidak main-main, hanya sebesar kartu nama sehingga pas sekali digenggam. “Untuk power bank berkapasitas 20.000 mAh sedang dalam proses pengembangan. Semoga bisa terealisasikan tahun ini,” kata Heri.

Tampil dengan varian dua warna, hitam dan putih, produk keluaran baru tersebut menyematkan fitur fast charging.

Untuk arus keluar dan masuknya pun sebesar 2 ampere. Saat dicoba charging ke smartphone berkapasitas baterai 3.000mAh, smartphone tersebut sudah mendukung input 2 ampere juga, dengan demikian memakan waktu kurang lebih dua jam untuk penuh.

Heri pun mengungkapkan dalam pengisian dayanya sendiri, seri teranyar ACMIC ini memerlukan waktu 6-8 jam untuk terisi penuh.

Menariknya, power bank ini diklaim aman apabila ditinggal tidur saat diisi dayanya berkat fitur Smart Over Charge Protection miliknya.

Menurutnya, jika saat ini peraih pangsa pasar terbesar adalah Powerbank dengan daya 10.000 mAh. “Untuk daya 5.000 mAh memang sudah cukup untuk satu kali isi, tapi kalau untuk amannya konsumen lebih suka 10.000 mAh. Karena jika satu kali pengecasan penuh masih ada cadangan. Untuk 20.000 handphone-nya biasanya dua. Tapi memang pasarnya paling besar di 10.000 mAh,” kata Heri.

Lebih lanjut dia mengungkapkan jika presentase pangsa pasar Powerbank 10.000 mAh itu kurang lebih 50 persen. Selanjutnya, meskipun demikian saat ini banyak sekali Powerbank yang terjual dengan kualitas daya yang tak sesuai dengan daya yang disematkan.

Semisal mereka mencatatkan 10.000 mAh namun ternyata bukan. Menurut Heri untuk mencegah itu biasanya harga yang ditawarkan lebih murah dari harga pasaran.

Sebagai informasi untuk kamu yang senang berpergian, kedua perangkat tersebut hanya memiliki 37 wh untuk ACMIC D10 dan 18 wh untuk ACMIC C5, sehingga aman untuk dibawa ke dalam pesawat.

BERITA TERKAIT

Trans Power Bagi Dividen Rp 26,6 Per Saham

NERACA Jakarta – Sukses mencetak pencapaian kinerja keuangan yang apik sepanjang tahun lalu, mendorong PT Trans Power Marine Tbk (TPMA)…

Bank Bukopin Siapkan Rp1 Triliun untuk Pembiayaan Kendaraan

    NERACA   Jakarta - PT Bank Bukopin Tbk (Bukopin) menyiapkan kredit modal kerja hingga Rp1 triliun untuk pembiayaan…

KKP Sebut Teknologi RAS Dorong Produksi Benih Gurame

NERACA Jakarta – Jika dikomparasi dengan sistem konvensional, pendederan ikan gurame dengan teknologi Recirculation Aquaculture System (RAS) dapat meningkatkan padat…

BERITA LAINNYA DI TEKNOLOGI

HTSnet Sediakan layanan Internet Murah Untuk UKM

PT Hawk Teknologi Solusi (HTSnet)  menyediakan layanan internet Turbo Fiber yang ditujukan bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) agar dapat membantu…

Software Bajakan Disebut Sulit Dibrantas di Indonesia

Maraknya penggunaan software tidak berlisensi atau bajakan untuk kebutuhan bisnis maupun perorangan sudah semakin meresahkan. Berdasarkan data dari BSA I…

Jelang Pilpres, 771 Konten Hoax Warnai Dunia Maya

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo)mengidentifikasi 771 hoax pada periode Agustus 2018 hingga Februari 2019 di jagat maya, paling banyak berkaitan…