BEI Optimis Target 100 Emiten Baru Tercapai

NERACA

Jakarta – Penuhi tantangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menargetkan jumlah perusahaan yang melaksanakan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) di tahun 2019 sebanyak 75 hingga 100 perusahan, disanggupi langsung PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Bahkan BEI menyakini target tersebut bakal tercapai.

Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna bilang, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan perusahaan efek yang berperan sebagai penjamin pelaksana efek (underwriter) terkait jumlah IPO.”Kami sudah memetakan jumlah IPO yang ada di pipeline mereka. Kami juga akan melakukan diskusi lagi dengan mereka. Di pipeline underwriter yang aktif mengantarkan IPO ada sekitar 45 perusahaan yang sedang mengantre. Ini data akhir tahun 2018,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut, menurutnya di tahun politik ini pihaknya yakin tidak akan berpengaruh banyak kepada minat IPO dari perusahaan. Optimistis tetap ada karena dari pengalaman sebelumnya berjalan dengan baik. Sebelumnya Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi pernah bilang, target revisi emiten yang IPO bisa mencapai 75 emiten hingga 100 emiten merupakan angka masih realistis jika melihat kondisi yang ada sekarang.

Bahkan juka melihat tahun 2018 saja, jumlah emiten yang IPO mencapai 62, melebihi target yang disusun yakni 35 emiten. “Bursa sudah melakukan koordinasi internal untuk memetakan agar mencapai target yang sama dengan OJK,” ujar Hasan.

Target bursa tahun 2019 memang 35 emiten berdasarkan rencana kerja, namun angka 75 emiten-100 emiten dirasa masih realistis sesuai dengan rapat strategis yang sudah dilakukan BEI. Itu semua bercermin dari tahun 2018 yang masih bisa mencapai rekor IPO 62 perusahaan di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan. Sebelumnya, OJK menyatakan target perusahaan yang melantai di BEI dengan IPO bisa mencapai 75 emiten hingga 100 emiten tahun 2019. Bahkan OJK yakin angka tersebut akan disusul oleh penghimpunan danayang mencapai Rp 200 triliun-Rp 250 triliun.

Bagi Direktur Utama PT Kresna Sekuritas, Octavianus Budiyanto, yang utama selain dari jumlah perusahaan tercatat yang semakin bertambah adalah dari sisi kualitatif dan kualitas emiten baru tersebut. Secara prospek dan fundamental harus sangat mumpuni untuk melantai di BEI. Oleh karena itu, dirinya lebih akan melihat dari sisi kualitatif dibandingkan dari sekedar jumlah angka dari emiten baru. “Jangan sampai jadi bumerang sehingga akhirnya yang listing adalah perusahaan-perusahaan yang asal dan apabila terjadi justru tidak akan bermanfaat bagi industri pasar modal itu sendiri,”tandasnya.

BERITA TERKAIT

Komisi III DPR Diminta Pilih Hakim Konstitusi Sosok Baru

Komisi III DPR Diminta Pilih Hakim Konstitusi Sosok Baru NERACA Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Dr Jimly…

Optimistis di 2019, BMW Indonesia Bakal Rilis 10 Mobil Baru

BMW Grup Indonesia akan meluncurkan sebanyak 10 mobil terbaru pada 2019, menunjukkan kepercayaan pabrikan mobil mewah asal Jerman itu dalam…

Peneliti Temukan Obat Baru untuk Kanker Stadium Lanjut

Peneliti memberikan harapan baru bagi penderita penyakit ganas, kanker stadium lanjut. Sekelompok peneliti di Inggris berhasil menemukan obat yang dapat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lima Emiten Belum Bayar Listing Fee

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah emiten yang mengalami gangguan keberlangsungan usaha atau going concern dan berakibat tidak mampu…

Rayakan Imlek - Kobelco Berikan Special Promo Konsumen

NERACA Jakarta - Rayakan Imlek 2570, PT Daya Kobelco Construction Machinery Indonesia (DK CMI),  menggelar  customer gathering dari seluruh Indonesia.…

WSBP Pangkas Utang Jadi Rp 4,7 Triliun

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menerima pembayaran termin pada Januari 2019 yang digunakan perseroan untuk pelunasan pinjaman perseroan.…