Aksi Ambil Untung Saham Tambang Pemberat IHSG - Saatnya Melirik Emiten Yang Bagikan Dividen

Neraca

Jakarta – Pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan kemarin, tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen regional. Namun juga dipicu aksi ambil untuk terhadap saham sektor pertambangan dan perkebunnan.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, pelemahan indeks BEI 4,20 point atau 0,11% ke posisi 3.987,35 disebabkan melemahnya saham pertambangan dan perkebunan, “Aksi jual terjadi pada saham berbasis komoditas seperti pertambangan dan perkebunan,”katanya di Jakarta, Senin (12/3).

Dia menjelaskan, melemahnya IHSG juga didorong oleh sentimen negatif dari angka pertumbuhan ekspor China yang di bawah ekspektasi serta kekhawatiran akan melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. "Kondisi itu membuat investor memilih melakukan `profit taking` setelah indeks BEI menembus level 4.000 poin. Dapat kita dilihat kecenderungan aksi ambil untung dalam beberapa kali indeks berhasil menembus level 4.000,"jelasnya.

Oleh karena itu, dirinta memproyeksikan IHSG Selasa (13/3) akan bergerak konsolidasi di tengah minimnya sentimen positif dengan kisaran "support-resistance" pada level 3.964-4.000 poin. Maka saham yang layak di koleksi adalah Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Tower Bersama Infrastructure (TBIG), dan Eterindo Wahanatama (ETWA).

Hal senada juga disampaikan analis BNI Securities Viviet Savitri Putri, tekanan pada Indeks, terimbas adanya aksi ambil untung yang dilakukan investor di bursa regional Asia. Pasalnya, indeks bursa acuan Asia seperti Shanghai dan Hang Seng pada perdagangan Senin ini dibuka berfluktuasi dengan kecenderungan melemah akibat tekanan aksi ambil untung. "Bursa dalam negeri tampaknya juga akan mengikuti pergerakan yang sama," ujarnya.

Viviet menambahkan kinerja keuangan emiten kuartal IV-2011 yang dirilis membuat IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 3.980-4.005. "Pelaku pasar akan cenderung memburu saham yang berpotensi membagikan deviden,"jelasnya.

Pada penutupan perdagangan sesi I Senin, IHSG merosot 6,06 poin (0,1%) ke level 3.985,48, sedangkan indeks saham unggulan LQ45 melemah 0,56 poin (0,1%) ke level 688,69. Perdagangan berjalan dengan frekuensi transaksi mencapai 58.958 kali pada volume 1,441 juta lot saham, dengan sebanyak 132 saham naik, 70 saham turun dan sisanya 105 saham tidak bergerak (stagnan).

Tercatat sepanjang perdagangan, saham sektor perkebunan memimpin penurunan, yaitu sebesar 1,2%, infrastruktur sebesar 0,9%, properti dan pertambangan masing-masing sebesar 0,7% dan 0,6%. (bani)

Related posts