Laba Bank Jabar Capai Rp 962,6 Miliar di 2011 - Berkah Lonjakan Pendapatan Bunga

Neraca

Jakarta – Ramainya industri perbankan nasional mencatatkan kinerja yang positif, diikuti pula oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR). Dimana perseroan mencatatkan laba bersih sepanjang tahun 2011 senilai Rp962,69 miliar atau tumbuh 8,14% dibanding periode yang sama 2010 senilai Rp890,22 miliar.

Direktur utama BJBR Bien Subiantoro mengatakan, kenaikan laba bersih ini dipacu oleh meningkatnya pendapatan bunga dan syariah bersih senilai Rp3,06 triliun, dibanding periode 2010 sebesar Rp2,63 triliun. "Pada 2011 ini pendapatan bunga bersih perseroan naik 6,79% menjadi Rp3,06 triliun," katanya di Jakarta, Senin (12/3).

Sementara untuk laba operasional tercatat naik menjadi Rp1,27 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,19 triliun. Namun, untuk pendapatan operasional lainnya, perseroan mengalami penurunan 21,61% menjadi sebesar Rp240,16 miliar, atau turun dibanding periode 2010 sebesar Rp306,40 miliar.

Sepanjang 2011, emiten berkode saham BJBR ini mencatatkan aset senilai Rp54,44 triliun atau meningkat 25,32% dibanding periode 2010 sebesar Rp43,44 triliun. Sebelumnya, analis Samuel Sekuritas Joseph Pangaribuan dalam risetnya mengatakan BJBR memiliki pangsa pasar yang kuat, yaitu pemerintah daerah (pemda), apalagi para pegawai pemda ini sangat sulit dimasuki oleh institusi perbankan lainnya.

Di sisi lain, ujar Joseph, pengelolaan keuangan para pegawai pemda oleh perseroan menjadikan para pegawai tersebut banyak memanfaatkan fasilitas kredit yang diberikan. Sebagai informasi, ditahun ini perusahaan berencana untuk mengakuisisi sepuluh Bank Perkreditan rakyat (BPR). Upaya ini sendiri dilakukan untuk mendukung penyaluran kredit mikro dari perusahaan. Kemudian diungkapkan, akhir Maret nanti diharapkan sudah bisa merampungkan akuisisi terhadap tiga BPR yang berada di Garut, Cianjur dan Subang.

Sejak mencatatkan sahamnya di pasar modal, perusahaan hanya memiliki 15% saham dari ketiga BPR ini. Namun, dengan dana sebesar 50 miliar yang telah disiapkan untuk melakukan akuisis ini, perusahan akan memiliki porsi saham di ketiga BPR ini di atas 51%.

Asal tahu saja, di tahun 2012 ini, BJBR memproyeksikan bahwa mereka akan mampu menyalurkan kredit senilai Rp. 6 trilliun, yang mana tumbuh 100% dari posisi kredit 2011 sebesar Rp. 3 trilliun. (bani)

Related posts