Internal World Bank Cenderung Ke Sri Mulyani - Bursa Presiden Word Bank

NERACA

Jakarta—Kalangan internal World Bank sendiri tampaknya mulai mengarahkan dukungannya terjadap Mantan Menkeu Sri Mulyani sebagai Presiden World Bank. Alasanya Sri Mulyani memiliki kemampaun dan calon yang hebat serta berkualitas. “Terlepas dia adalah bos saya, saya rasa meskipun nantinya dia akan menjadi presiden World Bank atau tidak, saya rasa dia hebat dan berkualitas. Seperti saat menjadi managing director seperti saat sekarang ini," kata Sustainable Development Sector Manager World Bank untuk Indonesia, Franz R Drees-Gross di Jakarta, (12/3)

Menurut Franz, bursa pemilihan presiden World Bank kali ini akan lebih kompetitif pasalnya berbagai perwakilan dari belahan negara di dunia bisa mencalonkan diri. "Jadi sekarang Jepang bisa mencalonkan diri, Indonesia bisa mencalonkan diri, Jerman juga bisa mencalonkan diri. Semuanya bisa mencalonkan diri sebagai kandidat untuk pemilihan presiden Bank Dunia ini," ujarnya

Lebih jauh kata Franz, jabatan Sri Mulyani sebagai managing director sekarang memiliki tanggung jawab yang besar, jadi Franz merasa bahwa Sri Mulyani pun akan siap untuk sebuah tugas besar. "Saya tidak bilang bahwa dia pasti akan terpilih, tetapi dia merupakan calon yang hebat," paparnya

Dikatakan Franz, jika nantinya presiden Bank Dunia terpilih dari negara berkembang nantinya Bank Dunia akan ada perubahan. "Saya rasa nanti World Bank akan berubah. Mungkin 30 tahun yang lalu kepemimpinannya berasal dari negara besar di dunia. Sekarang tidak, di mana semua perbankan bisa dipimpin oleh siapa saja. Contohnya kita lihat Indonesia yang merupakan negara yang berkembang. Itu bisa saja," pungkasnya.

Ditempat terpisah, AS tampaknya mengisyaratkan kemungkinan mencalonkan Menteri Keuangan Timothy Geithner, (salah satu pendahulunya Larry Summers), atau seseorang dari sektor swasta seperti (kepala eksekutif Pimco) Mohamed El-Erian

Ekonom terpandang di AS Jeffrey Sachs, yang memimpin komite PBB pada program Millennium Development Goal (MDG's) mengatakan bila Bank Dunia membutuhkan seorang ahli seperti dirinya ketimbang politisi atau bankir Wall Street. Deklarasi Sachs ini datang di tengah adanya tanda-tanda AS sedang mengincar orang untuk menempatkan orangnya di Bank Dunia.

Sebelumnya, Presiden World Bank Robert Zoellick menyatakan secara implisit bahwa dirinya menginginkan suksesornya berasal dari AS juga. Hal ini pun semakin mempersulit peluang tokoh ekonomi dari negara berkembang, termasuk Sri Mulyani menduduki jabatan tersebut.

Zoellick mengatakan, jika calon penggantinya berasal dari AS maka akan mampu memimpin Bank Dunia sehingga baik bagi AS dan perbankan karena badan ekonomi terbesar di dunia tersebut harus mewakili semua dunia.

Namun demikian, Robert mengatakan tidak mempunyai peran lagi dalam proses seleksi untuk menggantikan posisinya yang terdahulu. Lanjutnya, dia juga tidak percaya bahwa negara-negara yang tengah terkena krisis seperti Spanyol, Italia, ataupun Portugal membutuhkan dana bailout (bantuan) untuk meringankan beban utangnya. **cahyo

Related posts