BI Tekan Bank Besar Turunkan Bunga

NERACA

Jakarta---Bank Indonesia memprioritaskan penurunan suku bunga perbankan baik deposito maupun kredit. Apalagi saat ini BI sudah menurunkan BI ratenya menjadi 5,75%. Demikian pula dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga sudah menurunkan LPS ratenya menjadi 5,5%. "Kita buat langkah perbaikan, fokus pada bank-bank besar. Kita berupaya tingkat bunga deposito turun. Tapi perlu proses. Harus menyakinkan masyarakat, industri perbankan dan pemilik dana," kata Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution di Jakarta, Senin (12/3)

Diakui Darmin, penurunan LPS rate menjadi 5,5% merupakan langkah maju. Namun sayangnya bunga deposito belum turun juga. "LPS juga turun. Ini langkah maju. Kalau dibandingkan negara lain, kita lebih mahal depositonya. Harusnya itu yang mahal (bunga) adalah surat berharga atau instrumen lain karena risikonya tinggi. Bandingkan dengan deposito," ujarnya

Lebih jauh Darmin menjelaskan, komunikasi dengan LPS terus dilakukan Bank Indonesia guna merumuskan bunga pasar yang menjadi acuan. Bukan lagi BI rate melainkan Fasbi Rate (Fasilitas Bank Indonesia). "Bunga pasar dalam UU kan bukan BI rate, mungkin Fasbi rate di kita atau yield curve surat berharga," paparnya

Mantan Dirjen Pajak ini menambahkan sudah ada kesepahaman pandangan terkait penurunan bunga deposito antara BI, LPS dan Kementerian Keuangan. Tentu saja kebijakan ini guna menekan suku bunga secara keseluruhan. "Tentu iya. Cuma harus diketahui industri bank belum time value of money. Dimana suku bunga penjaminan 5,5% yang waktunya berapa? Harusnya (bunga) beda banyak antara satu bulan, satu tahun atau tiga tahun," tukasnya

Menyinggung soal kekhawatiran pelarian uang (capital outflow) saat bunga simpanan turun, Darmin, mengaku tidak ada dalam pikiran. Pasalnya, tidak ada instrumen lain di luar negeri yang bisa memberikan bunga lebih tinggi dari Indonesia. "Bunga Indonesia lebih tinggi dari negera lain. Deposito atau Surat Berharga. Persepsi masa lalu harus kita ubah, bahwa kalau begini-begini uang kita (nasabah) akan lari," tegas Darmin. "Kalau mereka cairkan, uang harus ditempatkan kan. Mau ditaruh dimana. Masa di lemari," imbuhnya

Sebelumnya, Ketua Asbanda Winny Erwindia menambahkan, dalam menentukan suku bunga sendiri, bank memiliki asset liability commitee (Asco) yang akan membahas bagaimana mengelola aset dan kewajiban bank.

“Nah, setiap bank memiliki kebijakan masing-masing untuk memberikan suku bunga khusus untuk nasabah tertentu, baik untuk deposito dan kredit,” tandasnya.

Terkait dengan masih banyaknya BPD yang menawarkan suku bunga deposito lebih tinggi dari suku bunga penjaminan LPS, menurutnya, dalam praktek di lapangan tidak hanya dilakukan oleh BPD, juga oleh bank-bank lain dalam persaingan menambah dana pihak ketiga.**maya/cahyo

Related posts