Penjualan Laris, Laba Alam Sutera Melesat Tajam 107,2% di 2012

Neraca

Jakarta - PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) membukukan laba bersih 2011 senilai Rp602,73 miliar atau melesat 107,20% dibanding periode yang 2010 sebesar Rp290,89 miliar. Kenaikan laba bersih didorong penjualan, pendapatan jasa dan usaha lainnya yang mencapai Rp 1,38 triliun atau meningkat dibandingkan priode 2010 senilai Rp 790,93 miliar.

Direktur Utama ASRI Tri Ramadi mengatakan, kenaikan laba bersih ini menjadi prestasi perseroan ditengah perekonomian yang dipengaruhi krisis ekonomi global, “Tidak hanya laba saja yang tumbuh positif. Sementara untuk penjualan, pendapatan jasa dan usaha lainnya juga mengalami lonjakan hingga 74,58% menjadi Rp1,38 triliun," katanya di Jakarta, Senin kemarin.

Dia menuturkan, seiring kenaikan laba bersih, perseroan juga mencetak laba usaha senilai Rp693,62 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp333,36 miliar. Sementara itu, hingga 31 Desember 2011 aset perseroan tercatat sebesar Rp6 triliun, naik dibanding periode 2010 sebesar Rp4,58 triliun.

Hingga Februari 2012, emiten bursa efek Indonesia berkode saham ASRI ini mencatatkan penjualan "marketing" mencapai sekitar Rp800 miliar. "Adapun sepanjang tahun ini, perseroan menargetkan penjualan `marketing` mencapai Rp3,5 triliun," tutur Tri.

Sementara itu, pengamat properti dari Jones LangSalle-Procon, Todd Lauchlan, menjelaskan pertumbuhan permintaan yang terjadi pada semua sektor properti sepanjang 2011 lalu diproyeksikan akan terus berlanjut pada 2012 ini. Kondisi ini diperkuat oleh tren penyerapan pasar dalam beberapa bulan terakhir yang masih terus menunjukkan kenaikan secara bervariasi.

Di samping itu, pasar properti saat ini sedang menikmati periode pertumbuhan yang sangat positif dan dinamis, dengan permintaan pada semua sektor meningkat sementara pertumbuhan pasok tidak berada pada tingkat berlebihan.

Terbitkan Rights Issue

Sebagai informasi, PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) sebanyak 1.786.310.000 saham. Dimana masing-masing saham bernilai nominal Rp100, yang diambil bagian seluruhnya oleh MPD dengan harga penerbitan sebesar Rp440 per saham atau seluruhnya sebesar Rp785,98 miliar.

Rencananya, seluruh dana yang diperoleh dari hasil penerbitan saham-saham baru akan dipergunakan untuk pengembangan proyek, pembangunan infrastruktur, pembelian tanah di lokasi strategis dan cadangan dana perseroan.

Dalam hal pelaksanaan penggunaan dana tersebut diperuntukkan untuk anak perusahaan, maka perseroan akan mengalirkan dana kepada anak perusahaannya dalam bentuk penyertaan modal. (bani)

Related posts